INTERNASIONAL

Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus $103 Usai Ancaman Blokade AS

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah AS mengumumkan blokade terbatas. Harga minyak Brent tembus $103 per barel.

Harga minyak mentah dunia kembali menunjukkan lonjakan tajam pada awal pekan ini setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang menuju dan meninggalkan Iran di Selat Hormuz.

Harga minyak Brent, sebagai patokan internasional, melambung lebih dari 8 persen pada hari Minggu (12/4/2026), menempatkan harga kembali ke atas ambang psikologis $103 per barel. Ini merupakan kenaikan signifikan setelah sebelumnya harga sempat terkoreksi di bawah $92 per barel menyusul kesepakatan gencatan senjata sementara.

Eskalasi di Selat Hormuz

Ancaman blokade ini muncul setelah negosiasi gencatan senjata antara pejabat AS dan Iran mengalami kebuntuan pada akhir pekan lalu. Meskipun awalnya sempat muncul kekhawatiran mengenai blokade total, Komando Pusat AS (US Central Command) kemudian mengklarifikasi bahwa tindakan tersebut hanya berlaku bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan Iran, sementara arus lalu lintas komersial lainnya diklaim tidak akan terganggu.

Blokade terbatas ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Senin pukul 10.00 waktu Timur AS (14.00 GMT). Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital dunia yang menyalurkan sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam global. Saat ini, lalu lintas kapal di kawasan tersebut dilaporkan turun drastis, hanya menyisakan 17 kapal per hari dibandingkan dengan rata-rata 130 kapal di masa normal.

Sentimen Pasar Saham Terguncang

Ketidakpastian geopolitik ini segera memukul pasar saham di kawasan Asia pada Senin pagi. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat turun 0,9 persen, sementara KOSPI di Korea Selatan merosot lebih dari 1 persen. Indeks berjangka S&P 500 Amerika Serikat juga terpantau melemah sekitar 0,8 persen di tengah kekhawatiran pelaku pasar akan dampak jangka panjang dari konflik ini terhadap stabilitas ekonomi global.

Tren Harga yang Fluktuatif

Harga minyak dunia memang tengah berada dalam kondisi rollercoaster dalam beberapa pekan terakhir. Setelah sempat menyentuh level tertinggi di $119 per barel bulan lalu, harga mengalami tekanan jual saat gencatan senjata diumumkan. Namun, dengan rapuhnya perdamaian yang dijadwalkan berakhir pada 22 April mendatang, pasar kini kembali bereaksi secara emosional terhadap setiap dinamika kebijakan yang diambil oleh Washington dan Teheran.

Para analis memperingatkan bahwa volatilitas harga energi kemungkinan akan tetap tinggi selama belum ada kepastian kesepakatan permanen antara kedua pihak. Ketegangan di kawasan strategis ini menjadi pengingat betapa rentannya rantai pasok energi global terhadap konflik geopolitik yang berkepanjangan.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts