ACEH

Jatah Hidup Tak Kunjung Cair, Perangkat Desa di Aceh Timur Jadi Sasaran Amuk Warga

Warga Desa Paya Meuligo, Aceh Timur, kecewa karena bantuan Jadup tak kunjung cair. Perangkat desa jadi sasaran amuk massa akibat birokrasi macet

ACEH TIMUR – Ketegangan pecah di Desa Paya Meuligo, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Rabu (8/4/2026). Seorang perangkat gampong dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh warga yang sudah habis kesabarannya akibat keterlambatan penyaluran bantuan Jatah Hidup (Jadup) pascabencana.

Insiden ini dipicu oleh akumulasi rasa frustrasi warga yang menanti kepastian bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi warga terdampak, setiap detik penantian menjadi pertaruhan kelangsungan hidup di tengah pemulihan ekonomi pascabencana.

Ketidakjelasan mekanisme distribusi bantuan di tingkat atas seolah menjadi sumbu pendek yang memicu kemarahan warga di akar rumput. Perangkat gampong, yang dalam hierarki pemerintahan desa seharusnya menjadi jembatan informasi, justru harus menanggung beban kemarahan atas kebijakan yang sesungguhnya terkendala di level birokrasi yang lebih tinggi.

“Sudah lama kami tunggu, tapi tidak ada kejelasan. Sementara kebutuhan hidup terus berjalan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak aparat gampong maupun pemerintah kecamatan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi mendalam maupun langkah mitigasi pasca-insiden tersebut.

Kejadian di Paya Meuligo menjadi potret buram betapa rapuhnya harmoni sosial ketika hak dasar masyarakat terhambat oleh lambatnya birokrasi. Pakar menilai, jika pemerintah tidak segera melakukan transparansi dalam mekanisme distribusi bantuan, potensi ketegangan serupa di desa-desa terdampak bencana lainnya akan terus menghantui.

Pemerintah pusat dan daerah didesak untuk melakukan evaluasi cepat terhadap alur penyaluran dana Jadup. Keterlambatan di tingkat atas tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga membahayakan keselamatan fisik para pelayan publik yang berada di garda terdepan desa.

Ketegangan ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi pengambil kebijakan bahwa setiap hari keterlambatan dalam penyaluran bantuan sosial berisiko memicu konflik sosial yang lebih luas. Transparansi dan kepastian waktu distribusi kini menjadi tuntutan mutlak bagi warga yang tengah berjuang membangun kembali hidup mereka.(SrNTv).

image_print
author avatar
Saumi R News Tv

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts