BREAKING

ISLAM

Iqro “Kalcer”: Desain Baru yang Segar Bidik Anak Muda

Kahf luncurkan IQRO’ Reimagined Project dengan desain "kalcer" untuk dewasa. Simak tujuan penyegaran visual buku Iqro karya K.H. As'ad Humam.

Buku Iqro, metode legendaris belajar membaca Al-Qur’an karya K.H. As’ad Humam, kini tampil dengan wajah baru yang lebih modern dan artistik. Melalui inisiatif bertajuk IQRO’ Reimagined Project, Kahf melakukan transformasi visual pada buku yang menjadi standar literasi Al-Qur’an di Indonesia tersebut guna memantik kembali semangat belajar bagi generasi muda dan dewasa.

Langkah ini pun mendapat sambutan hangat di media sosial, di mana warganet menjuluki desain terbaru ini sebagai versi “kalcer” karena estetika visualnya yang dianggap relevan dengan tren masa kini.

Menghapus Stigma “Buku Anak-Anak”

Selama puluhan tahun, Iqro identik dengan buku saku berwarna hitam-putih yang lekat dengan citra pembelajaran anak-anak. Hal inilah yang sering kali menjadi hambatan psikologis bagi orang dewasa yang ingin memperdalam kembali kemampuan membaca Al-Qur’an namun merasa sungkan.

Aldian Alfaridz, perwakilan Brand Building Kahf, menjelaskan bahwa proyek ini lahir dari fenomena banyaknya orang dewasa berusia 20-35 tahun yang belum fasih membaca Al-Qur’an tetapi malu untuk memulai kembali dari nol.

“Kami ingin memicu target usia produktif untuk tidak ragu belajar Iqro lagi. Dengan desain yang lebih segar dan tidak terkesan kekanak-kanakan, kami berharap hambatan rasa malu itu hilang. Meskipun tampilannya baru, materi dan metode di dalamnya tetap asli tanpa perubahan sedikit pun,” ujar Aldian.

Estetika Visual yang Berani

Desain terbaru ini tampil mencolok dengan kombinasi warna kuning neon dan hijau cerah, serta aksen biru tua dan putih yang dinamis. Visualisasi ini dirancang untuk memberikan kesan yang lebih inklusif dan stylish, sehingga buku ini terasa nyaman dibawa ke mana saja oleh kalangan profesional muda maupun mahasiswa.

Proyek kolaborasi ini juga telah mendapatkan restu langsung dari Iqro Center. Rehan Mubarak, cucu dari almarhum K.H. As’ad Humam, menyatakan dukungannya terhadap inovasi ini selama tujuannya adalah memberantas buta huruf Al-Qur’an.

“Kami sangat terbuka dengan kolaborasi ini. Harapannya, kehadiran desain baru ini bisa menjadi tren positif. Siapa yang tadinya sudah berhenti belajar, semoga jadi semangat lagi karena Iqro-nya tampil lebih mengikuti zaman,” kata Rehan.

Rencana Ekspansi hingga Pasar Global

Keberhasilan kampanye ini di Indonesia ternyata juga menarik perhatian komunitas muslim di negara tetangga, seperti Malaysia. Melihat antusiasme yang tinggi, Kahf berencana menyebarkan buku Iqro versi baru ini ke berbagai lokasi strategis seperti masjid besar dan area publik seperti bandara.

Lebih jauh lagi, terdapat rencana untuk menerjemahkan instruksi dalam buku ini ke dalam bahasa Inggris agar manfaat metode Iqro dapat menjangkau audiens internasional yang lebih luas. Melalui sentuhan kreativitas, buku Iqro kini tidak hanya menjadi alat belajar, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan literasi religi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

image_pdfimage_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts