BANDA ACEH – Raksasa barang mewah asal Prancis, Kering, baru saja merilis laporan keuangan kuartal keempat (Q4) tahun fiskal 2025 pada Selasa (10/2/2026). Hasilnya menunjukkan dinamika yang kontradiktif: meskipun total penjualan grup menurun, angka tersebut ternyata lebih baik dari ekspektasi pasar. Namun, perhatian utama investor tetap tertuju pada merek andalan mereka, Gucci, yang masih berjuang untuk keluar dari tren penurunan.
Di tengah perlambatan ekonomi global, Kering sedang berupaya keras melakukan reposisi merek demi mengembalikan minat konsumen terhadap produk eksklusif mereka.
Performa Q4: Bertahan di Tengah Badai
Kering mencatatkan penurunan penjualan yang tidak sedalam perkiraan para analis sebelumnya. Keberhasilan ini didorong oleh beberapa faktor:
Merek-merek seperti Saint Laurent dan Bottega Veneta memberikan kontribusi yang cukup stabil di tengah fluktuasi pasar.
Meskipun pasar Asia, khususnya China, masih menunjukkan pemulihan yang lambat, permintaan di pasar Eropa membantu menopang pendapatan grup secara keseluruhan.
Penyesuaian harga pada beberapa lini produk premium membantu menjaga margin keuntungan meskipun volume penjualan menurun.
Tantangan Besar Bagi Gucci
Sebagai penyumbang pendapatan terbesar bagi Kering, performa Gucci terus menjadi indikator kesehatan grup. Namun, transisi kreatif di bawah kepemimpinan baru belum sepenuhnya membuahkan hasil instan:
Penjualan Gucci masih mencatatkan angka negatif, menunjukkan bahwa konsumen masih dalam tahap “menunggu dan melihat” terhadap arah desain terbaru.
Kering sedang berupaya mengurangi promosi dan diskon untuk memperkuat citra eksklusivitas Gucci, meskipun langkah ini berdampak pada volume penjualan jangka pendek.
Persaingan dengan kompetitor besar seperti LVMH (pemilik Louis Vuitton) memaksa Gucci untuk terus berinovasi tanpa kehilangan identitas klasiknya.
Proyeksi Masa Depan dan Strategi 2026
Manajemen Kering menyatakan optimisme bahwa tahun 2026 akan menjadi periode transisi yang krusial.
Mengurangi ketergantungan pada produk berbasis logo dan beralih ke barang mewah yang lebih timeless (abadi).
Meningkatkan pengalaman belanja bagi pelanggan kelas atas (high-net-worth individuals) guna mengamankan loyalitas konsumen premium.
Memperkuat narasi merek melalui kampanye global yang lebih terarah dan relevan dengan generasi baru.
“Kami fokus pada nilai jangka panjang merek-merek kami. Meskipun pasar barang mewah saat ini penuh tantangan, kami memiliki landasan yang kuat untuk kembali tumbuh,” ungkap perwakilan Kering dalam rilis resminya.[]









