Banda Aceh – Ruang ganti Real Madrid dikabarkan memanas menyusul kekalahan mengejutkan klub raksasa Spanyol tersebut dari Benfica di ajang Liga Champions pada Kamis (29/01/2026). Megabintang Los Blancos, Kylian Mbappe, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya dan secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap mentalitas dan keinginan menang rekan-rekan setimnya.
Kekalahan ini memicu spekulasi mengenai keharmonisan skuad asuhan Carlo Ancelotti, di mana sang penyerang asal Prancis tersebut merasa ada penurunan standar ambisi di dalam lapangan.
Sorotan Tajam Mbappe: “Di Mana Ambisi Kami?”
Dalam sesi wawancara pascapertandingan, Mbappe mengungkapkan rasa frustrasinya atas performa tim yang dianggap lesu dan kurang gairah.
Mbappe mempertanyakan apakah timnya masih memiliki rasa lapar yang sama untuk meraih trofi seperti musim-musim sebelumnya.
Ia menyoroti kesalahan-kesalahan elementer yang terjadi sepanjang laga melawan Benfica yang berujung pada kekalahan fatal.
Meski tidak menunjuk nama tertentu, Mbappe menegaskan bahwa bermain untuk Real Madrid menuntut standar yang jauh lebih tinggi daripada yang mereka tunjukkan malam itu.
Tekanan Besar bagi Real Madrid
Kekalahan ini menempatkan juara bertahan dalam posisi sulit di klasemen fase grup. Analis sepak bola menilai bahwa integrasi Mbappe ke dalam tim bertabur bintang masih mengalami kendala ego dan koordinasi taktis.
“Kami adalah Real Madrid. Kalah itu mungkin, tapi kalah tanpa perjuangan yang maksimal adalah hal yang tidak bisa diterima,” ujar Mbappe sebagaimana dikutip dari laporan eksklusif Reuters.
Respons Ancelotti dan Langkah Selanjutnya
Pelatih Carlo Ancelotti kini menghadapi tantangan besar untuk meredam potensi konflik internal dan memperbaiki performa tim sebelum laga krusial di liga domestik akhir pekan ini. Manajemen klub dilaporkan akan mengadakan pertemuan internal untuk membahas pernyataan Mbappe guna memastikan visi tim tetap selaras.
Bagi para penggemar, komentar Mbappe ini dipandang sebagai bentuk kepemimpinan yang tegas, namun di sisi lain, hal ini berisiko menciptakan jarak antara dirinya dengan pemain senior lainnya di ruang ganti Santiago Bernabeu.[]









