BANDA ACEH – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menilai pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan mampu menciptakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina. Muhammadiyah memandang inisiatif tersebut berpotensi mengaburkan akar persoalan konflik yang selama ini melanda Gaza dan wilayah Palestina secara umum.
Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyebut bahwa Amerika Serikat memiliki rekam jejak panjang dalam konflik Palestina–Israel, termasuk dukungan politik dan militer terhadap Israel. Karena itu, menurut Muhammadiyah, gagasan dewan perdamaian yang dipelopori pihak yang dianggap tidak netral sulit diharapkan mampu menghadirkan solusi yang berpihak pada keadilan dan kemanusiaan.
Muhammadiyah menegaskan bahwa perdamaian di Gaza tidak cukup hanya dibangun melalui pendekatan rekonstruksi fisik atau pengelolaan wilayah pascakonflik. Lebih dari itu, penyelesaian harus menyentuh substansi utama, yakni penghentian penjajahan, pengakuan hak-hak rakyat Palestina, serta jaminan kemerdekaan yang utuh dan berdaulat.
Dalam pandangan Muhammadiyah, pembentukan Dewan Perdamaian Gaza tanpa kejelasan komitmen terhadap kemerdekaan Palestina justru berpotensi menjadi alat legitimasi politik. Hal ini dikhawatirkan akan melemahkan posisi rakyat Palestina dan mengabaikan penderitaan kemanusiaan yang selama ini terjadi akibat agresi berkepanjangan. gelra.co
Muhammadiyah juga menilai bahwa keterlibatan komunitas internasional seharusnya diarahkan pada upaya menegakkan hukum internasional dan resolusi PBB terkait Palestina. Tanpa dasar tersebut, berbagai inisiatif perdamaian dinilai hanya bersifat simbolik dan tidak menyentuh akar konflik yang sebenarnya.
Pernyataan Muhammadiyah ini menegaskan konsistensi sikap organisasi tersebut dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Muhammadiyah selama ini aktif menyuarakan solidaritas kemanusiaan, bantuan kemanusiaan, serta diplomasi moral agar perdamaian di Gaza terwujud secara adil dan bermartabat.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia internasional terhadap konflik Gaza, Muhammadiyah mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak pada solusi semu. Perdamaian sejati, menurut Muhammadiyah, hanya dapat tercapai jika hak-hak dasar rakyat Palestina dihormati dan penjajahan diakhiri sepenuhnya.[]










