Seanteronews.com — Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuka perdebatan hangat soal potensi perombakan kabinet.
OTT yang menjerat Noel terjadi pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, dan juga melibatkan sejumlah pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Penangkapan ini menjadi pukulan kuat terhadap citra kabinet, di mana internal pemerintahan kini menghadapi sorotan atas munculnya praktik korupsi di level wakil menteri.
Menanggapi peristiwa ini, Istana membuka ruang diskusi terkait kemungkinan reshuffle kabinet. Langkah ini dinilai bisa menjadi mekanisme mitigasi cepat dalam menjaga kepercayaan publik terhadap jalannya pemerintahan.
Namun, Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan tidak berencana melakukan perombakan kabinet karena menilai mayoritas anggota kabinet masih berkinerja solid. Pernyataan itu disampaikan pada Juni 2025, beberapa bulan sebelum insiden OTT terjadi.
OTT yang menjerat Noel menjadi kasus pertama di level pejabat setingkat menteri pada era kabinet Prabowo–Gibran. Hal ini otomatis menimbulkan sorotan serius, termasuk dalam konteks kelangsungan kinerja kabinet.
Publik kini menanti dengan penuh perhatian respons dan langkah lanjutan dari Istana serta Komisi Pemberantasan Korupsi—apakah OTT ini akan menjadi momentum perubahan kabinet atau hanya sekadar pembenahan internal sementara.









