SEANTERONEWS.com – Dalam sebuah langkah yang mengejutkan pasar global, Turkmenistan secara resmi melegalkan aktivitas penambangan (mining) dan bursa penukaran mata uang kripto. Kebijakan ini menandai pergeseran besar dalam strategi ekonomi negara yang selama ini dikenal tertutup tersebut.
Pemerintah Turkmenistan telah mengesahkan kerangka kerja regulasi yang mengizinkan perusahaan lokal maupun asing untuk beroperasi di sektor aset digital. Langkah ini bertujuan untuk memanfaatkan kekayaan energi gas alam negara yang melimpah guna mendukung infrastruktur data center kripto.
Turkmenistan memiliki cadangan gas alam terbesar keempat di dunia. Selama ini, tantangan utama negara tersebut adalah diversifikasi ekonomi di luar ekspor gas mentah. Dengan melegalkan crypto mining, Turkmenistan diprediksi akan menjadi destinasi utama bagi para penambang Bitcoin global yang mencari sumber energi murah dan stabil.
“Ini adalah langkah strategis untuk mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam ekonomi nasional sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru dari pajak aktivitas digital,” mengutip laporan pejabat setempat.
Meskipun memberikan lampu hijau, pemerintah menekankan bahwa seluruh aktivitas bursa penukaran kripto harus beroperasi di bawah pengawasan ketat bank sentral. Para pelaku industri wajib memenuhi standar kepatuhan anti-pencucian uang (AML) dan Know Your Customer (KYC) yang ketat untuk menjamin keamanan transaksi.
Pengumuman ini disambut baik oleh para investor di kawasan Asia Tengah. Turkmenistan menyusul jejak negara tetangga seperti Kazakhstan yang lebih dulu menjadi pusat penambangan kripto. Namun, dengan stabilitas pasokan energi domestik yang lebih kuat, Turkmenistan berpotensi menawarkan keunggulan kompetitif yang lebih tinggi.
Para analis memperkirakan bahwa masuknya teknologi blockchain akan mempercepat modernisasi sektor keuangan Turkmenistan yang sebelumnya sangat konservatif, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru di bidang teknologi informasi.[]









