SEANTERONEWS.com – Bencana kemanusiaan kembali menghantam Afghanistan di awal tahun 2026. Hujan lebat yang turun tanpa henti telah memicu banjir bandang mematikan di beberapa provinsi, mengakibatkan sedikitnya 17 orang tewas dan kerusakan infrastruktur yang masif.
Melansir laporan terbaru dari Al Jazeera, Jumat (2/1/2026), otoritas penanggulangan bencana setempat mengonfirmasi bahwa korban jiwa termasuk wanita dan anak-anak yang terjebak di dalam rumah mereka saat air bah datang tiba-tiba pada malam hari.
Banjir bandang ini dilaporkan menerjang wilayah timur dan tengah Afghanistan, menghancurkan ratusan rumah warga, lahan pertanian, serta memutus akses jalan utama. Banyak warga yang kini kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi dengan peralatan seadanya di tengah suhu yang dingin.
“Air datang begitu cepat sehingga banyak keluarga tidak sempat menyelamatkan diri atau harta benda mereka. Kami masih terus melakukan pendataan karena akses ke beberapa desa terputus,” ujar juru bicara otoritas manajemen bencana.
Tragedi ini memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah terjadi di Afghanistan. Dengan sistem infrastruktur yang rapuh dan keterbatasan akses bantuan internasional, operasi penyelamatan berjalan lambat. Para relawan dan warga lokal kini berjuang mencari korban hilang di bawah reruntuhan lumpur dan puing-puing bangunan.
Badan meteorologi memperingatkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, meningkatkan risiko banjir susulan dan tanah longsor di wilayah pegunungan.
Organisasi kemanusiaan mulai menyuarakan seruan darurat untuk bantuan berupa makanan, tenda, dan obat-obatan. Di tengah kondisi politik yang kompleks, kebutuhan akan jalur bantuan yang aman menjadi prioritas utama untuk mencegah bertambahnya korban jiwa akibat penyakit dan kelaparan pasca-bencana.[]









