BREAKING

BISNISTEKNOLOGI

ByteDance Bakal Borong Chip NVIDIA Senilai Rp21 Triliun Demi Dominasi AI 2026

SEANTERONEWS.com – Induk perusahaan TikTok, ByteDance, dilaporkan tengah mempersiapkan langkah masif untuk memperkuat dominasi mereka di dunia kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Berdasarkan laporan terbaru, raksasa teknologi asal China ini berencana mengalokasikan dana fantastis sebesar $1,4 miliar (sekitar Rp21,5 triliun) untuk membeli chip canggih dari NVIDIA pada tahun 2026.

Langkah berani ini, sebagaimana dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP) dan dilansir melalui Reuters (31/12/2025), menunjukkan bahwa ByteDance tidak ingin tertinggal dalam perlombaan senjata AI global, meskipun tengah menghadapi berbagai tantangan regulasi di pasar internasional.

Chip NVIDIA, khususnya seri kelas atas seperti H100 atau penerusnya, merupakan “otak” utama yang dibutuhkan untuk melatih Model Bahasa Besar (Large Language Models) dan algoritma rekomendasi video yang membuat TikTok begitu adiktif.

Investasi ini bertujuan untuk:

Meningkatkan Algoritma Rekomendasi: Membuat konten yang disajikan kepada miliaran pengguna menjadi lebih akurat dan personal.

Pengembangan Gen-AI: Mempercepat fitur kreasi konten berbasis AI di dalam aplikasi TikTok dan platform lainnya.

Efisiensi Komputasi: Mengurangi waktu pelatihan model AI yang semakin kompleks dan haus daya.

Rencana pembelian ini menjadi sorotan tajam mengingat adanya pembatasan ekspor teknologi ketat dari Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan China. ByteDance tampaknya berupaya mengamankan pasokan perangkat keras paling mutakhir demi menjaga daya saingnya terhadap rival seperti Meta (Facebook/Instagram) dan Google.

Meskipun harus menggunakan versi chip yang disesuaikan (customized) untuk memenuhi regulasi ekspor, volume pembelian yang mencapai miliaran dolar ini membuktikan bahwa ByteDance tetap memandang perangkat keras NVIDIA sebagai standar emas industri.

Pengumuman ini diprediksi akan memberikan sentimen positif bagi saham NVIDIA dan memperkuat posisi perusahaan pimpinan Jensen Huang tersebut sebagai pemenang utama dalam revolusi AI. Di sisi lain, hal ini memberikan tekanan bagi kompetitor ByteDance di China, seperti Alibaba dan Tencent, untuk meningkatkan belanja modal mereka di sektor serupa.

“ByteDance sedang membangun benteng teknologi. Dengan chip sebanyak itu, mereka tidak hanya bermain di media sosial, tapi sedang menyiapkan infrastruktur AI masa depan,” ujar seorang analis teknologi senior.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts