BREAKING

EKONOMI

Harga Perak Tembus $80 untuk Pertama Kalinya, Investasi Emas Mulai Ditinggalkan?

SEANTERONEWS.com – Pasar komoditas dunia diguncang oleh fenomena langka. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga perak spot resmi melewati angka $80 per ons pada perdagangan Senin (29/12). Lonjakan fantastis ini menandai babak baru bagi logam mulia yang sering disebut sebagai “emas orang miskin” ini.

Kenaikan harga yang masif ini tidak hanya menarik perhatian para investor besar di Wall Street, tetapi juga memicu kekhawatiran akan kenaikan biaya produksi di sektor teknologi dan energi hijau.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh seanteronews.com, ada beberapa faktor kunci yang mendorong perak ke level historis ini:

  • Permintaan Industri Hijau: Perak adalah komponen krusial dalam pembuatan panel surya dan kendaraan listrik (EV). Ambisi global untuk energi bersih di tahun 2026 memicu kelangkaan pasokan.

  • Inflasi dan Ketidakpastian Geopolitik: Investor beralih ke logam mulia sebagai aset safe haven di tengah fluktuasi mata uang global.

  • Kesenjangan Suplai-Permintaan: Produksi tambang yang stagnan tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan industri elektronik yang kian masif.

Meski emas selalu menjadi primadona, performa perak di penghujung tahun 2025 ini secara persentase melampaui kenaikan emas. Para analis teknis menyebutkan bahwa perak memiliki volatilitas yang lebih tinggi, yang berarti peluang keuntungan (dan risiko) yang jauh lebih besar bagi para spekulan pasar.

Tembusnya angka $80 per ons ini akan berdampak langsung pada:

  1. Harga Elektronik: Kenaikan biaya komponen pada smartphone dan laptop.

  2. Industri Perhiasan: Peralihan tren dan kenaikan harga retail perhiasan perak.

  3. Energi Terbarukan: Potensi kenaikan harga pemasangan panel surya rumahan.

Banyak pakar komoditas memprediksi bahwa ini hanyalah awal dari “Supercycle” logam mulia. Jika permintaan industri terus menguat dan bank sentral dunia mempertahankan kebijakan tertentu, angka $100 per ons bukan lagi hal yang mustahil di tahun mendatang.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts