SEANTERONEWS.com – Angin segar berembus bagi stabilitas keamanan di Asia Tenggara. Pemerintah Tiongkok secara resmi menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja yang tercapai di penghujung tahun 2025. Langkah ini dianggap sebagai kemenangan besar bagi diplomasi regional menjelang pertemuan puncak trilateral yang sangat dinantikan.
Beijing, yang memiliki pengaruh ekonomi dan politik kuat di kedua negara tersebut, memuji keberanian pemimpin Thailand dan Kamboja untuk memilih jalan dialog daripada konfrontasi senjata di perbatasan.
Kementerian luar negeri Tiongkok menyatakan dukungannya terhadap normalisasi hubungan kedua negara.
Gencatan senjata ini menjadi landasan penting bagi pembicaraan tiga negara (Tiongkok-Thailand-Kamboja) yang dijadwalkan segera berlangsung.
Perdamaian ini diharapkan dapat mengamankan jalur perdagangan dan investasi infrastruktur yang sedang berkembang pesat di kawasan tersebut.
Penarikan pasukan atau penghentian tembak-menembak akan memberikan ruang bagi warga sipil di zona konflik untuk kembali beraktivitas normal.
Para analis menilai bahwa peran Tiongkok dalam menyambut gencatan senjata ini bukan tanpa alasan. Sebagai mitra dagang terbesar bagi kedua negara, Tiongkok sangat berkepentingan untuk memastikan proyek-proyek strategis seperti kereta api cepat dan pelabuhan tidak terganggu oleh ketidakstabilan militer.
“Beijing ingin menunjukkan bahwa mereka adalah penjamin keamanan di halaman belakang mereka sendiri, sekaligus memperkuat pengaruhnya di ASEAN,” ujar seorang pakar hubungan internasional.
Meskipun gencatan senjata disambut baik, sejarah panjang perselisihan perbatasan antara Thailand dan Kamboja tetap menjadi tantangan. Dunia kini menanti apakah pertemuan trilateral nanti mampu menghasilkan solusi permanen atas sengketa wilayah yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.
Dengan dukungan Tiongkok, ada harapan besar bahwa awal tahun 2026 akan menjadi babak baru bagi kerja sama ekonomi yang lebih erat di daratan Asia Tenggara, meninggalkan trauma konflik bersenjata yang sempat memanas beberapa waktu lalu.[]









