ACEH TAMIANG – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh civitas akademika di penghujung tahun 2025. Melalui gerakan FPIK Peduli, tim relawan secara resmi terjun langsung dalam aksi tanggap bencana untuk membantu warga yang terdampak musibah di wilayah Aceh Tamiang.
Aksi ini bukan sekadar bantuan simbolis, melainkan bentuk nyata solidaritas mahasiswa dalam meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana alam yang melanda kawasan tersebut.
Dalam laporan yang diunggah melalui akun sosial media @bangbois, terlihat dedikasi tim relawan dalam menyalurkan bantuan dan melakukan pemantauan langsung di titik-titik terdampak.
Tim bergerak segera setelah bencana melanda guna memastikan bantuan mencapai mereka yang paling membutuhkan di Aceh Tamiang.
Gerakan ini menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam fungsi pengabdian masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana.
Unggahan mengenai aksi ini mendapat respon positif dari netizen, mencerminkan besarnya dukungan moral bagi para korban dan relawan di lapangan.
Bencana yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 ini mengingatkan kembali akan pentingnya sistem koordinasi tanggap bencana yang efektif. Kehadiran kelompok relawan seperti FPIK Peduli diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pihak-pihak lain untuk turut berkontribusi dalam proses pemulihan pascabencana.
Masyarakat berharap agar bantuan terus mengalir dan proses rehabilitasi infrastruktur yang rusak dapat segera dilakukan. Hingga saat ini, tim relawan masih terus memantau perkembangan situasi guna menentukan langkah bantuan selanjutnya yang diperlukan oleh warga setempat.[]









