SEANTERONEWS.com – Pasar logam mulia dunia diguncang oleh lonjakan harga platinum yang berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Jumat (26/12/2025). Kenaikan drastis ini dipicu oleh kombinasi antara krisis pasokan global dan perubahan kebijakan politik yang tak terduga di Uni Eropa terkait masa depan kendaraan konvensional.
Harga platinum spot melonjak ke angka yang belum pernah terjadi sebelumnya, melampaui level psikologis utama. Para analis pasar modal menyebut fenomena ini sebagai “badai sempurna” bagi logam putih tersebut.
Faktor utama di balik meroketnya harga ini adalah laporan mengenai potensi pembatalan larangan mesin pembakaran internal (ICE) di Uni Eropa. Sebelumnya, UE berencana menghentikan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel pada tahun 2035.
Namun, adanya sinyal pelonggaran atau “reversal” kebijakan ini memberikan harapan baru bagi industri otomotif tradisional. Mengingat platinum adalah komponen vital dalam catalytic converter (alat penyaring emisi) pada mesin bensin dan diesel, permintaan terhadap logam ini diprediksi akan tetap tinggi dalam jangka panjang.
Selain faktor kebijakan, masalah mendasar terletak pada sisi suplai. Berdasarkan laporan Reuters, kondisi pasar platinum saat ini sedang mengalami:
-
Defisit Pasokan: Produksi di tambang-tambang utama (seperti Afrika Selatan) mengalami kendala operasional.
-
Stok Menipis: Cadangan global berada pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.
-
Permintaan Industri: Lonjakan permintaan dari sektor energi hijau (hidrogen) turut memperketat ketersediaan barang di pasar.
Kenaikan harga platinum ini memberikan sinyal kuat bagi para investor logam mulia untuk mulai melirik aset selain emas. Di sisi lain, produsen otomotif kini menghadapi tantangan kenaikan biaya produksi yang signifikan.
“Kita melihat pergeseran narasi. Platinum bukan lagi sekadar pelapis, melainkan pemain utama di tengah ketidakpastian transisi energi dunia,” ujar salah satu pakar komoditas.
Hingga berita ini diturunkan, tren harga platinum masih menunjukkan grafik hijau yang kuat, dengan banyak pihak memprediksi harga akan terus stabil di level tinggi jika kebijakan Uni Eropa tersebut resmi disahkan.[]









