TEKNOLOGI

Teknologi Raksasa Ini ‘Tewas’ Mendadak di Tahun 2025, Dari SKYPE hingga GPT-4 Resmi Dimuseumkan

SEANTERONEWS.com – Tahun 2025 dikenang sebagai tahun yang kejam bagi inovasi digital. Di tengah hiruk pikuk kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan perangkat baru, tercatat lebih dari belasan produk dan layanan teknologi ternama mulai dari aplikasi legendaris hingga perangkat keras futuristik justru harus gulung tikar dan ‘dimatikan’ secara permanen.

Daftar teknologi yang ‘punah’ ini mencerminkan kecepatan evolusi industri, di mana produk yang stagnan atau gagal beradaptasi langsung terlempar dari persaingan.

Berikut rangkuman paling mengejutkan mengenai teknologi-teknologi raksasa yang resmi mengucapkan selamat tinggal di tahun 2025.


1. Raksasa Komunikasi dan AI yang Tumbang

Skype (Tutup Buku Setelah Era Zoom)

Setelah bertahun-tahun meredup, layanan video-conferencing pionir milik Microsoft, Skype, resmi menuntaskan panggilan video terakhirnya pada awal Mei 2025. Microsoft mengumumkan langkah ini sebagai upaya untuk menyederhanakan penawaran komunikasi konsumen gratis mereka, mendesak jutaan pengguna untuk beralih sepenuhnya ke Microsoft Teams. Kehadiran Zoom yang meledak selama pandemi menjadi salah satu pemicu utama kegagalan Skype untuk mempertahankan relevansinya di pasar modern.

Humane AI Pin dan Meta Quest Pro (Gagal di Pasar Hardware AI)

Ambisi perangkat keras berbasis AI mengalami pukulan telak. Humane AI Pin, yang digadang-gadang sebagai pin pintar ala Star Trek, secara resmi dihentikan setelah HP mengakuisisi startup tersebut. Produk seharga $699 ini gagal mendapatkan sambutan positif di tengah dominasi smartphone dan smartwatch.

Senasib, headset premium Meta Quest Pro juga disuntik mati oleh Meta pada Januari 2025, hanya dua tahun setelah diluncurkan. Dengan harga $1.500, perangkat ini digantikan oleh Meta Quest 3 yang jauh lebih terjangkau dan sukses memenangkan penghargaan Editor’s Choice.

OpenAI GPT-4 (Pensiun Demi Model Baru)

Di ranah kecerdasan buatan, model bahasa yang sangat terkenal, OpenAI GPT-4, secara mengejutkan dihentikan untuk pengguna ChatGPT Plus pada akhir April. OpenAI memutuskan untuk memuseumkan model ini guna memberi ruang bagi suksesornya, GPT-4o dan GPT-5. Meskipun GPT-4 masih tersedia melalui API, penghentiannya menandai akhir dari sebuah era penting dalam evolusi chatbot.


2. Layanan Konsumen dan Digital yang Mengalami ‘Error 404’

Facebook Fact-Checking (Ditinggalkan Mark Zuckerberg)

Pada Januari 2025, Mark Zuckerberg membuat keputusan kontroversial dengan meninggalkan program formal Facebook Fact-Checking. Meta beralih mengikuti jejak X (Twitter) dengan mengadopsi pendekatan community notes, dengan alasan untuk mengatasi kekhawatiran sensor oleh karyawan yang bias. Keputusan ini datang menjelang inaugurasi kedua Donald Trump dan menggarisbawahi perubahan signifikan dalam kebijakan moderasi konten Meta.

EA Origin (Berganti Nama Menjadi Sejarah)

Platform toko game PC milik Electronic Arts (EA), Origin, secara resmi ditutup pada April 2025. Origin telah lama berjuang melawan dominasi Steam dan akhirnya digantikan oleh ‘EA app’ sejak 2020, namun nama Origin kini benar-benar hilang selamanya.

Amazon Prime Try Before You Buy (Kalah dari AI Virtual Try-On)

Layanan yang memungkinkan pelanggan mencoba pakaian sebelum membeli ini ditutup karena hilangnya urgensi. Amazon menyebut peningkatan fitur virtual try-on berbasis AI, rekomendasi ukuran yang dipersonalisasi, dan bagan ukuran yang lebih baik membuat layanan fisik ini menjadi tidak ekonomis.

Aplikasi Mandiri Zelle (Tak Lagi Relevan)

Aplikasi pembayaran peer-to-peer Zelle menonaktifkan aplikasi mandirinya pada April 2025. Sebagian besar pengguna telah beralih menggunakan fungsionalitas Zelle yang terintegrasi langsung di dalam aplikasi bank mereka, membuat aplikasi terpisah menjadi usang.


3. Perangkat Keras dan Fitur Warisan yang Dirusak Waktu

Teknologi yang MatiKategoriAlasan Utama Penghapusan
Nest Smoke Detector (Protect)Smart HomeDisuntik mati oleh Google (Maret) dan diganti dengan kemitraan First Alert baru yang terintegrasi Google Home.
Windows Defender VPNKeamanan/SoftwareMicrosoft menghapusnya bagi pelanggan Microsoft 365 Personal dan Family (Februari) untuk fokus pada area investasi baru.
My Nintendo Gold PointsGaming/LoyaltyNintendo berhenti memberikan poin loyalitas ini (Maret), meskipun program penukaran tetap berjalan.
Pocket dan FakeSpotBrowser/LayananMozilla menutup kedua layanan ini (Juli) karena ingin fokus pada proyek yang lebih relevan dengan kebiasaan penjelajahan pengguna Firefox.
Amazon ChimeKomunikasiAplikasi video-conferencing Amazon (Februari) gagal mengejar Zoom dan kabarnya digantikan oleh Zoom di kantor-kantor Amazon.

Penghapusan produk dan layanan ini berfungsi sebagai pengingat keras bagi para eksekutif dan developer teknologi: di dunia yang bergerak secepat AI dan 5G, inovasi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru, tetapi juga memiliki keberanian untuk membiarkan yang lama (dan yang gagal) beristirahat dengan tenang.

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts