NASIONAL

Pramono Anung Tepati Janji, Hadiri Reuni Akbar 212 dan Disambut Beragam Reaksi Massa

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menepati janjinya untuk hadir dalam Reuni Akbar 212 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas). Ia tiba sekitar pukul 20.33 WIB dengan mengenakan pakaian putih dan peci hitam, didampingi sejumlah pejabat Pemprov DKI.

Kehadirannya merupakan bentuk komitmen sebagai pemimpin seluruh warga Jakarta, tanpa memandang latar belakang kelompok maupun pandangan politik. Pramono sebelumnya menyatakan bahwa ia ingin merangkul semua kalangan dan memastikan bahwa kegiatan masyarakat berlangsung aman serta tertib.

Reaksi Massa dan Suasana di Monas

Ribuan peserta dari berbagai daerah memenuhi area Monas. Mereka berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan doa bersama, dzikir, hingga shalat gaib untuk para korban bencana dan doa untuk masyarakat Palestina. Suasana kegiatan berjalan dengan nuansa religius dan solidaritas.

Kehadiran Pramono memunculkan beragam reaksi. Sebagian massa menyambut positif langkah gubernur yang secara terbuka hadir di tengah masyarakat. Namun, kekhawatiran terkait potensi keramaian dan kemacetan juga muncul sehingga aparat keamanan menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengamanan ketat.

Pesan Gubernur kepada Peserta

Dalam kesempatan itu, Pramono mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan Jakarta. Ia menegaskan bahwa kondusivitas kota adalah tanggung jawab bersama, terutama dalam kegiatan dengan jumlah peserta besar seperti Reuni Akbar 212.

Makna Politik dan Sosial Kehadiran Pramono

Kehadiran gubernur di acara ini dinilai sebagai simbol inklusivitas. Banyak pihak memandang langkah tersebut sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus upaya memperkuat rasa persatuan di Jakarta. Pramono menunjukkan bahwa pemimpin daerah bisa hadir dalam berbagai kelompok masyarakat tanpa memihak, sekaligus memastikan semua warga merasa dihargai.

Reuni Akbar 212 tahun ini pun semakin menarik perhatian publik karena momentum kehadiran pemimpin daerah di tengah massa, menjadi simbol ruang dialog dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts