SEANTERONEWS.com – Pabrikan pesawat terbang Eropa, Airbus, menunjukkan lonjakan performa yang meyakinkan menjelang akhir tahun. Menurut sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, Airbus berhasil mengirimkan sekitar 72 unit pesawat terbang kepada pelanggannya sepanjang bulan November.
Angka pengiriman bulanan yang solid ini menempatkan Airbus dalam posisi kuat untuk mencapai, atau bahkan melampaui, target ambisius mereka untuk tahun 2025, sekaligus menjaga keunggulan mereka atas pesaing utama, Boeing.
Pengiriman pesawat adalah metrik keuangan paling krusial bagi Airbus, karena sebagian besar pendapatan dihasilkan saat unit diserahkan kepada maskapai. Dengan 72 pesawat yang dikirim pada November, perhatian kini tertuju pada seberapa agresif Airbus harus bekerja di bulan Desember untuk memenuhi target tahunan mereka.
Airbus sebelumnya menetapkan target pengiriman tahunan di kisaran 750-770 pesawat untuk tahun 2025. Kinerja kuat di November menunjukkan bahwa Airbus telah mengatasi masalah rantai pasok dan hambatan manufaktur yang dihadapi di awal tahun. Bulan Desember secara tradisional menjadi bulan tersibuk bagi pabrikan pesawat terbang, dan angka 72 unit memberikan momentum besar.
Kinerja Airbus ini sangat kontras dengan kesulitan yang terus dihadapi oleh Boeing, yang masih berkutat dengan masalah kualitas dan isu regulasi. Keunggulan pengiriman Airbus atas Boeing telah menjadi salah satu cerita bisnis utama di sektor aerospace global.
Kinerja yang stabil dan andal dalam pengiriman model-model populer seperti keluarga A320neo dan pesawat jarak jauh A350 menjadi kunci sukses Airbus dalam merebut pangsa pasar.
Analis industri berpendapat bahwa jika Airbus dapat mempertahankan laju produksi ini dan bahkan meningkatkannya di Desember, mereka tidak hanya akan mengamankan posisi terdepan dalam volume pengiriman global, tetapi juga dapat mencetak rekor baru di tengah permintaan perjalanan udara global yang kembali pulih.









