SEANTERONEWS.com – Operasi besar-besaran oleh Tentara Lebanon akhirnya membuahkan hasil monumental. Mereka berhasil menangkap gembong narkoba yang paling dicari dan paling terkenal di negara tersebut, Noah Zaitar, dalam sebuah penyergapan di wilayah Baalbek, sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat aktivitas kriminal.
Penangkapan Noah Zaitar pada hari Kamis (21/11) ini sontak menjadi berita utama internasional. Zaitar bukan sekadar buronan biasa; ia adalah sosok yang telah dikenai sanksi keras oleh Departemen Luar Negeri AS (US State Department) karena perannya dalam jaringan perdagangan narkoba dan senjata api yang meluas, bahkan memiliki kaitan ke Suriah.
Raja Captagon yang Buron Selama Bertahun-tahun
Pihak Militer Lebanon mengonfirmasi keberhasilan operasi penyergapan tersebut. Zaitar dituduh menjalankan kerajaan narkoba dari Lembah Bekaa, dekat perbatasan Suriah. Kejahatan utamanya berfokus pada produksi dan ekspor Captagon, stimulan sintetis yang kini menjadi komoditas narkoba bernilai miliaran dolar dan sumber utama pendanaan bagi jaringan kriminal di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya, militer menyebut Zaitar sebagai “salah satu individu paling berbahaya yang dicari, berdasarkan sejumlah besar surat perintah penangkapan, untuk kejahatan pembentukan geng yang beroperasi dalam perdagangan narkoba dan senjata, pembuatan zat narkotika, dan perampokan dengan kekerasan.”
Terseret Sanksi AS karena Keterkaitan Suriah dan Hizbullah
Status Zaitar sebagai target penegak hukum global makin dipertegas sejak ia dimasukkan ke daftar sanksi AS pada tahun 2023. Sanksi ini dijatuhkan atas dugaan hubungan dekat Zaitar dengan jaringan perdagangan Captagon yang dioperasikan oleh pihak-pihak terkait di Suriah.
Departemen Luar Negeri AS secara spesifik menyebut Noah Zaitar sebagai “dealer senjata dan penyelundup narkoba yang dikenal” yang memiliki ikatan kuat dengan unit militer elit di Suriah yang terlibat dalam perdagangan Captagon. Selain itu, Zaitar juga disangkakan memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon.
Daftar Kejahatan Mengerikan Zaitar
Penangkapan ini mengakhiri pelarian panjang Zaitar, yang dihadapkan pada dakwaan yang sangat serius:
Hukuman Mati: Ia telah dijatuhi hukuman mati secara in absentia (tanpa kehadiran terdakwa) oleh pengadilan militer pada tahun 2024 atas pembunuhan seorang tentara Lebanon.
Kekerasan: Termasuk penembakan terhadap personel militer, fasilitas pemerintah, dan rumah warga sipil.
Kriminalitas Lintas Batas: Perdagangan senjata, dan penculikan untuk meminta tebusan.
Penangkapan Gembong Narkoba Lebanon ini merupakan pukulan telak terhadap sindikat perdagangan obat-obatan terlarang di Timur Tengah dan menunjukkan komitmen Lebanon untuk menindak tokoh kriminal yang menjadi target internasional.










