EKONOMI

Lapor Prabowo, Menkeu Suahasil Sebut Ekonomi On-Track

Menkeu Suahasil Nazara melaporkan ekonomi RI terjaga: inflasi 3,23%, PMI manufaktur melonjak ke 54, dan sisa belanja APBN Rp990 triliun dipacu efisien.

JAKARTA – Fondasi makroekonomi nasional dinilai tetap tangguh di tengah ketidakpastian pasar global. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa indikator utama perekonomian Indonesia berada pada trayek yang tepat (on track) sesuai target perencanaan pemerintah.

Laporan komprehensif tersebut dipaparkan Menkeu usai melangsungkan rapat terbatas (ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Suahasil menguraikan, salah satu barometer stabilitas tampak dari laju inflasi nasional yang berhasil dijaga pada angka 3,23 persen. Angka tersebut masih berada di dalam koridor rentang sasaran pemerintah dan bank sentral, yakni pada target 2,5 persen dengan deviasi plus minus 1 persen (rentang toleransi 1,5 persen hingga 3,5 persen).

“Kami telah melaporkan kepada Bapak Presiden terkait dinamika ekonomi terkini. Merujuk data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi inflasi 3,23 persen tersebut berada tepat di dalam sasaran kebijakan. Ini membuktikan bahwa stabilitas daya beli dan pengendalian harga domestik berjalan sesuai skenario,” tutur Suahasil kepada awak media di lingkungan istana kepresidenan.

Sektor Manufaktur Tembus Level Ekspansif 54

Kabar positif juga terpancar dari geliat industri pengolahan dalam negeri. Aktivitas sektor riil menunjukkan sinyal akselerasi kuat lewat kenaikan indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang menembus level 54 pada Oktober 2026, melonjak dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di kisaran 52.

Kenaikan skor di atas ambang batas 50 mengindikasikan bahwa industri manufaktur berada pada fase ekspansi agresif. Suahasil menilai, tren ini mencerminkan tingginya optimisme pelaku usaha dalam mengantisipasi lonjakan permintaan pasar jelang akhir tahun, yang direspons melalui peningkatan pembelian bahan baku serta penambahan kapasitas produksi.

Di sektor moneter dan pasar modal, kepercayaan investor internasional terhadap portofolio domestik tetap terjaga solid. Pasar modal Tanah Air terus mencatatkan aliran modal asing masuk (capital inflow) melalui penyerapan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) serta Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Kebut Target APBN: Himpun Rp600 Triliun, Belanja Rp990 Triliun

Memasuki dua bulan pamungkas penutupan tahun anggaran 2026, kementerian keuangan memusatkan fokus pada optimalisasi eksekusi fiskal. Berdasarkan evaluasi akhir Oktober, performa serapan anggaran dan penerimaan perpajakan terpantau berjalan seimbang.

Untuk mengunci target tahunan, otoritas fiskal memikul target menghimpun sisa penerimaan kas negara lebih dari Rp600 triliun pada periode November hingga Desember. Pada saat yang sama, alokasi sisa belanja negara yang diproyeksikan terserap menyentuh angka sekitar Rp990 triliun.

Kendati ritme penyerapan anggaran di pengujung tahun lazim mengalami akselerasi, Suahasil mengingatkan pesan tegas Presiden Prabowo agar kementerian dan lembaga tidak terjebak dalam belanja serampangan.

“Ritme kerja APBN di dua bulan terakhir memang kerap dipacu lebih cepat dan bervolume besar. Silakan dijalankan, namun Presiden mewanti-wanti agar prinsip efisiensi dan tata kelola yang baik (good governance) tidak boleh diabaikan. Penyerapan dana publik wajib linier dengan ketercapaian target luaran (output) yang riil dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya.[]

image_print

Prakiraan Cuaca

Sumber: BMKG / Open-Meteo
Banda Aceh 03:00
27° Berawan
83% 11.9 km/j
Medan 03:00
25° Berawan
97% 5.7 km/j
Jakarta Pusat 03:00
30° Cerah Berawan
66% 4.7 km/j
Cari & pilih kota untuk melihat cuaca. Data di-cache agar ringan.
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts