OPINI

Sebuah Catatan Menjadi Fasilitator LDP Pascabencana bagi Guru SMA/SMK dan SLB Kota Banda Aceh

Oleh: Edi Syahputra H, S.Pd.
Guru SMA Negeri 13 Banda Aceh / Pemerhati Pendidikan Aceh

SALAH satu pengalaman berharga dalam perjalanan saya sebagai seorang guru. Pada hari itu, kegiatan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Pascabencana bagi Guru SMA/SMK dan SLB Kota Banda Aceh resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh di SMA Negeri 4 Banda Aceh.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh kurang lebih 70 peserta yang berasal dari kalangan guru SMA, SMK, dan SLB di Kota Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan para guru dalam memberikan dukungan psikososial, khususnya dalam menghadapi situasi pascabencana yang dapat berdampak pada kondisi emosional, sosial, dan proses pembelajaran peserta didik.

Bagi saya pribadi, menjadi seorang fasilitator merupakan pengalaman yang sangat menarik sekaligus penuh tantangan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban, bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun suasana belajar yang nyaman, mendorong partisipasi peserta, serta memastikan setiap pengalaman dan pendapat mendapatkan ruang untuk didengarkan.

Dalam kegiatan ini, peserta ikut menjadi dua kelas. Saya mendapat kepercayaan untuk memfasilitasi kelas pertama bersama Ibu Suriani. Kepercayaan tersebut menjadi sebuah kesempatan amanah sekaligus bagi kami untuk belajar, berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama para guru yang mengikuti pelatihan.

Menjadi fasilitator tidak hanya berdiri di depan kelas dan menjelaskan materi. Lebih dari itu, seorang fasilitator harus mampu menjadi pendamping proses belajar. Ia perlu mendengarkan dengan saksama, memahami dinamika kelompok, mengajukan pertanyaan yang membangun, serta menciptakan suasana yang membuat peserta berani menyampaikan pendapat dan berbagi pengalaman.

Dalam konteks LDP pascabencana, tugas tersebut terasa semakin bermakna. Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar dan menyampaikan pengetahuan, tetapi juga perlu memahami kondisi psikologis peserta didik. Anak-anak yang mengalami atau terdampak bencana mungkin membutuhkan perhatian, rasa aman, dukungan emosional, dan kesempatan untuk kembali membangun kepercayaan diri.

Oleh karena itu, guru perlu dibekali pemahaman mengenai dukungan psikososial, pengelolaan emosi, manajemen stres, serta penguatan daya peminjaman atau resiliensi. Dengan bekal tersebut, guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung pemulihan peserta didik.

Selama proses pelatihan, saya menyadari bahwa setiap peserta memiliki pengalaman, pandangan, dan tantangan yang berbeda. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan dalam pembelajaran. Ketika peserta saling berbagi pengalaman, sesungguhnya mereka sedang membangun pengetahuan bersama yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.

Bagi saya, pengalaman memfasilitasi kelas pertama bersama Ibu Suriani juga menjadi pengingat bahwa seorang fasilitator tidak pernah berhenti belajar. Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari interaksi dengan peserta, mulai dari cara membangun komunikasi, mengelola dinamika kelompok, hingga memahami pentingnya empati dalam mendampingi orang lain.

Pelatihan selama tiga hari ini bukan sekedar kegiatan untuk menyelesaikan materi atau memenuhi agenda. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran guru sebagai pendidik yang tangguh, peduli, dan peka terhadap kebutuhan peserta didik, terutama ketika mereka menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Saya berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diteruskan kepada rekan-rekan guru lainnya dan diterapkan dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Sebab, dukungan psikososial tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Terkadang, mendengarkan keluh kesah seorang anak, memberikan kata-kata yang menenangkan, menghadirkan suasana kelas yang bersahabat, atau menunjukkan kepedulian yang sederhana.(*)

image_print

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts