PIDIE – Kepolisian Sektor (Polsek) Indra Jaya, di bawah naungan Polres Pidie, terus melakukan terobosan inspiratif dalam mengayomi masyarakat. Menyadari pentingnya menjaga keselamatan fisik sekaligus fondasi mental generasi muda, kepolisian setempat sukses mengolaborasikan dua program andalan secara bersamaan: Strong Point Pagi dan Polisi Pendidik (Polidik).
Di bawah komando Kapolsek Indra Jaya, Iptu Mustafa, S.E., rutinitas pagi personel kepolisian kini melampaui sekadar penegakan hukum konvensional.
Sejak pagi buta, para petugas telah bersiaga penuh di berbagai simpul kemacetan dan zona aman sekolah. Melalui giat Strong Point Pagi, aparat tidak hanya mengurai kepadatan lalu lintas di jam sibuk, tetapi juga turun tangan langsung menggandeng para pelajar menyeberangi jalan raya. Kehadiran figur berseragam cokelat di jalanan ini terbukti sukses memberikan rasa aman dan meredakan kecemasan para orang tua yang melepas buah hatinya menuntut ilmu.
Tanggalkan Kesan Sangar, Masuk ke Ruang Kelas
Dedikasi aparat rupanya tak berhenti di depan gerbang sekolah. Begitu bel masuk berbunyi, personel beralih peran melalui program Polidik. Mereka masuk ke ruang-ruang kelas, menanggalkan kesan kaku dan otoriter, demi berinteraksi langsung dengan para pelajar sebagai sosok sahabat, pelindung, sekaligus pembimbing.
Dalam sesi penyuluhan yang dikemas secara interaktif tersebut, pihak kepolisian menyuntikkan berbagai pemahaman krusial. Selain menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini, petugas juga membedah isu-isu kenakalan remaja yang kian meresahkan. Materi pencegahan perundungan (bullying), ancaman candu judi online (judol), hingga jerat mematikan penyalahgunaan narkotika disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna oleh siswa.
Kapolsek Indra Jaya, Iptu Mustafa, menegaskan bahwa pendekatan humanis dan empatik adalah kunci utama dari keberhasilan program ini.
“Misi kami adalah memastikan anak-anak merasa aman saat berangkat ke sekolah berkat pengawalan Strong Point Pagi, sekaligus mendapatkan asupan moral yang kuat di dalam kelas lewat Polidik. Ini bukan sekadar tugas rutin kepolisian, melainkan bentuk investasi masa depan demi mencetak generasi bangsa yang berkarakter dan taat hukum,” papar Iptu Mustafa.
Sinergi dua arah yang konsisten ini menuai apresiasi luas. Kalangan pendidik dan tokoh masyarakat di Kecamatan Indra Jaya menilai, langkah preventif jemput bola yang dilakukan Polri ini sangat presisi dan efektif dalam menekan potensi pelanggaran hukum di kalangan remaja wilayah tersebut.[]











