PIDIE – Bencana alam kembali menguji ketangguhan infrastruktur di kawasan dataran tinggi Kabupaten Pidie. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu (17/10/2026) sore memicu tebing longsor di jalur ekstrem yang menghubungkan Kecamatan Tangse dan Geumpang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ini sempat membuat urat nadi transportasi antarkecamatan tersebut lumpuh total.
Titik longsor terparah berlokasi di Dusun Alue Lhok, Gampong Krung Meuriam, Kecamatan Tangse. Ribuan kubik material tanah padat yang bercampur dengan bongkahan batu besar runtuh menutupi seluruh badan jalan, menjebak ratusan kendaraan dari kedua arah.
Kapolres Pidie melalui Kapolsek Tangse, Iptu Taufik Kurrahman, S.H., mengonfirmasi peristiwa alam tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa kontur tanah pegunungan yang labil tak mampu menahan debit air hujan yang turun tanpa henti.
“Guguran tebing ini murni dipicu oleh cuaca ekstrem dan hujan deras yang mengguyur kawasan sejak sore. Tumpukan material secara otomatis mengunci akses lintasan, menyebabkan kemacetan panjang yang tak terhindarkan,” jelas Iptu Taufik saat memberikan keterangan resmi.
Sinergi Heroik Tanpa Alat Berat
Di tengah situasi darurat dan antrean panjang kendaraan, sinergitas luar biasa justru tercipta di lapangan. Menyadari bahwa pengerahan alat berat (eksavator) akan memakan waktu lama untuk tiba di lokasi, aparat gabungan mengambil inisiatif cepat.
Personel Polsek Tangse dan Koramil 16 Tangse membaur bersama masyarakat setempat untuk membersihkan material longsor di Tangse Pidie secara manual. Menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, hingga parang, tim gabungan ini bertaruh nyawa di bawah ancaman longsor susulan demi membuka kembali akses jalan yang terisolasi.
Upaya yang didorong oleh semangat gotong royong ini membuahkan hasil manis. Menjelang malam, jalur maut tersebut perlahan berhasil dibersihkan dari lumpur dan bebatuan raksasa, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah dapat kembali terurai dan berangsur normal.
Nihil Korban Jiwa dan Peringatan Cuaca Ekstrem
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan pada infrastruktur rumah warga dalam insiden ini. Situasi di tempat kejadian perkara (TKP) saat ini telah dinyatakan aman dan terkendali.
Respons kilat aparat di lapangan tidak hanya berfokus pada pembersihan material. Petugas juga langsung memasang badan untuk mengatur rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan, serta memberikan edukasi preventif agar para pengendara tidak nekat menerobos zona merah saat hujan masih turun.
Menutup keterangannya, Iptu Taufik Kurrahman memberikan peringatan tegas kepada seluruh pengguna jalan yang kerap melintasi jalur pegunungan Pidie. Mengingat anomali cuaca dan tingginya curah hujan di penghujung tahun, potensi pergerakan tanah dan longsor susulan masih sangat nyata.
“Keselamatan di jalan raya adalah prioritas mutlak. Mengingat cuaca saat ini sangat tidak menentu, kami mengimbau masyarakat agar ekstra waspada saat melintasi kawasan rawan bencana. Mari kita bersama-sama berdoa agar selalu berada dalam lindungan Allah SWT saat beraktivitas,” pungkas Kapolsek Tangse.[]











