BREAKING

EKONOMI

Genjot Daya Beli dan Gandeng Danantara, Menkeu Suahasil Yakin Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 5,6 Persen

Menkeu Suahasil Nazara memproyeksikan ekonomi RI semester II 2026 tumbuh hingga 5,6 persen, ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi Danantara.

JAKARTA – Pemerintah memandang ruang penguatan ekonomi nasional masih terbuka lebar pada paruh kedua tahun ini. Menteri Keuangan Suahasil Nazara memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II 2026 mampu melaju di kisaran 5,5 persen hingga 5,6 persen, melampaui realisasi semester pertama yang tercatat berada di level 5,45 persen.

Optimisme tersebut dipaparkan Suahasil saat menghadiri forum bertajuk 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

“Untuk paruh kedua tahun ini, kami meyakini pertumbuhan dapat terakselerasi di rentang 5,5 persen hingga 5,6 persen,” ungkap Suahasil dalam paparannya.

Guna mempertahankan momentum ekspansi tersebut, pemerintah mematok target penguatan daya beli dengan menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga di atas level 5,4 persen. Konsumsi domestik dinilai tetap menjadi penopang utama karena berkorelasi langsung dengan geliat pasar ritel, manufaktur, dan perputaran uang di daerah.

Dua Lengan Negara: Sinergi APBN dan Danantara

Kendati demikian, pemerintah menegaskan bahwa roda ekonomi tidak boleh hanya bergantung pada belanja konsumsi warga. Sektor penanaman modal diposisikan sebagai mesin penggerak krusial dengan target pertumbuhan investasi mendekati angka 7 persen.

Pencapaian target tersebut akan ditopang oleh kolaborasi strategis antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Suahasil mengibaratkan kedua instrumen ini sebagai dua lengan negara yang saling melengkapi peran masing-masing.

“APBN dan Danantara bekerja layaknya dua lengan negara. APBN mengemban mandat pelayanan publik, jaring pengaman sosial, dan pembangunan infrastruktur dasar, sementara Danantara bergerak memperbesar kapasitas investasi sebagai katalisator pertumbuhan,” jelasnya.

Melalui integrasi ini, lonjakan investasi produktif diharapkan mampu memperluas kapasitas industri, menyerap tenaga kerja baru, serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Pijakan Menuju Target Pertumbuhan 6 Persen

Suahasil menambahkan bahwa capaian pada semester II 2026 akan menjadi fondasi penting untuk mengerek pertumbuhan ekonomi jangka menengah menuju level 6 persen.

“Meraih pertumbuhan di level 6 persen menuntut kerja keras ekstra untuk mendorong konsumsi masyarakat dan realisasi investasi ke level yang jauh lebih tinggi,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan agenda ekonomi tidak bisa dicapai melalui kerja sepihak kementerian semata. Diperlukan harmonisasi lintas otoritas keuangan, mencakup koordinasi erat antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Danantara agar kebijakan fiskal dan moneter bergerak seirama.

Sebagai wujud komitmen menjaga kepercayaan pasar, Menkeu mencontohkan langkah proaktifnya yang langsung menemui pimpinan Bank Indonesia pada pekan awal masa jabatannya guna menyelaraskan komunikasi kebijakan.

Di samping bauran kebijakan makro, pemerintah terus mematangkan agenda reformasi struktural. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan rantai logistik, serta penyempurnaan iklim regulasi dipacu agar ekspansi ekonomi nasional tidak sekadar bertumpu pada stimulus jangka pendek, melainkan tumbuh secara produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts