BREAKING

ACEH

Muzakarah Ulama Sufi di Aceh, PBB Pidie Dorong Persatuan

Ketua DPC PBB Pidie Rizal Aiyubi dukung penuh Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi ke-II di Banda Aceh.

PIDIE – Penyelenggaraan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi ke-II Tahun 2026 di Kota Banda Aceh menuai dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Pidie, Rizal Aiyubi, S.H., menegaskan dukungannya terhadap perhelatan keilmuan Islam berskala dunia tersebut.

Pertemuan ulama antarnegara ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Oktober 2026.

Rizal menilai agenda ini menjadi momentum berharga untuk mempererat tali silaturahmi, membuka ruang dialog tasawuf, serta menyuarakan pesan persaudaraan bagi masyarakat luas.

Mengusung Nilai Persatuan dan Perdamaian Umat

Muzakarah tahun ini mengangkat tema sentral “Mengangkat Ajaran Sufi untuk Persatuan dan Perdamaian Umat“.

Rizal berharap pertemuan ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan wadah pertukaran gagasan dalam membedah berbagai persoalan sosial dan dinamika kehidupan keagamaan.

“Kami mendukung pelaksanaan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi ke-II di Aceh. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi umat, memperkuat persatuan dan ukhuwah, serta menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan perdamaian,” ungkap Rizal Aiyubi.

Dukungan tersebut ditegaskan murni sebagai komitmen terhadap agenda keumatan dan tradisi keilmuan Islam, tanpa keterkaitan dengan kepentingan politik elektoral.

Pusat Kegiatan di Blang Padang dan Gedung BMA

Berdasarkan rencana susunan acara, kegiatan muzakarah akan dibagi ke dalam dua lokasi utama di Banda Aceh guna menampung antusiasme jemaah.

Lapangan Blang Padang dipersiapkan sebagai titik kegiatan syiar terbuka untuk publik, yang diisi dengan agenda tabligh akbar, zikir bersama, dan doa untuk keselamatan bangsa.

Forum Akademik di Balai Meuseuraya Aceh

Sementara itu, Balai Meuseuraya Aceh (BMA) akan difungsikan sebagai lokasi forum khusus musyawarah keilmuan tauhid dan tasawuf bagi kalangan ulama pada 10–11 Oktober 2026.

Pemerintah Kota Banda Aceh telah mematangkan kesiapan lintas dinas untuk mengawal kegiatan ini, mulai dari sektor kebersihan, rekayasa lalu lintas, posko medis, hingga keamanan.

Jumlah jemaah yang diperkirakan memadati ibu kota provinsi ditaksir mencapai 20.000 hingga 30.000 orang.

Hadirnya Ulama dari 21 Negara Sahabat

Forum internasional ini dijadwalkan melibatkan pemuka agama dan cendekiawan muslim dari 21 negara, di antaranya Arab Saudi, Maroko, Turki, Mesir, Malaysia, hingga Uzbekistan.

Dukungan lintas wilayah juga datang dari luar pulau, seperti yang disampaikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang turut mengapresiasi gaung musyawarah keilmuan ini di Aceh.

Bagi Serambi Mekkah, kegiatan ini merawat tradisi intelektual Islam yang telah mengakar panjang sejak masa lampau, sekaligus mengulang kesuksesan agenda serupa pada 2018 silam.

Rizal Aiyubi, yang memegang mandat memimpin DPC PBB Pidie sejak Mei 2026, optimistis bahwa gaung ukhuwah dan perdamaian yang disuarakan dari Banda Aceh akan menjadi teladan harmonis bagi peradaban dunia.[]

author avatar
Saumi R News Tv

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts