SEANTERONEWS.com – Upaya pencarian cadangan migas baru di wilayah perbatasan utara Indonesia terus digencarkan. PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) resmi menggelar agenda sosialisasi terkait rencana pengeboran sumur eksplorasi Tingkilan-001 di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Pertemuan strategis ini mempertemukan berbagai elemen penting lintas sektor, mulai dari jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Bulungan, SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), aparat keamanan Forkopimda, hingga pemerintah desa dan tokoh adat setempat.
Fokus pertemuan ini membahas tahapan teknis kegiatan pemboran, pemenuhan standar keselamatan dan kesehatan kerja (HSSE), mitigasi dampak lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi hulu migas.
Pengeboran sumur Tingkilan-001 direncanakan berada di kawasan Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Proyek ini merupakan agenda prioritas PHE LPB di Wilayah Kerja (WK) Maratua yang dibidik untuk membuktikan potensi akumulasi hidrokarbon pada Formasi Menumbar berdasarkan hasil pemetaan geologi dan data seismik mutakhir.
Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menerangkan bahwa sosialisasi terbuka ini adalah wujud komitmen keterbukaan perusahaan sebelum alat berat dan operasi lapangan dimulai.
“Kami terus merajut kemitraan erat bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar setiap fase investasi hulu migas, termasuk tajak sumur Tingkilan ini, dapat terlaksana secara andal, aman, taat hukum, dan ramah lingkungan,” ungkap Dony, Selasa (29/9/2026).
Dony menegaskan, agresivitas kegiatan eksplorasi di Kalimantan menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan lifting migas nasional untuk dekade-dekade mendatang.
Dukungan Penuh Daerah dan Regulator
Rencana eksplorasi ini disambut hangat oleh pemerintah daerah. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, H. Sapi’i, menilai proyek hulu migas memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap denyut perekonomian lokal.
“Aktivitas di Sumur Tingkilan-001 bukan hanya mengamankan pasokan energi nasional, melainkan juga membuka pintu investasi baru di Kalimantan Utara. Pemprov siap mengawal proyek ini agar operasionalnya lancar dan dampaknya benar-benar bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Sapi’i.
Senada dengan itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, Wisnu Wardhana, menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik. Pihaknya memastikan seluruh mata rantai kegiatan hulu migas berpedoman teguh pada kelestarian lingkungan dan keselamatan kerja tingkat tinggi.
Apresiasi terhadap transparansi perusahaan juga diutarakan Kepala Desa Mangkupadi, Muhamad Halid. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif sejak awal akan membantu warga menjaga kondusivitas lingkungan dan memproyeksikan potensi kemajuan ekonomi desa.
Kepastian Lahan Operasi Tuntas
Dari sisi perizinan dan tata ruang, kepastian lahan pemboran telah dirampungkan lebih awal. Lokasi sumur yang berada dalam konsesi perkebunan kelapa sawit telah mendapat lampu hijau melalui penyerahan dokumen pemanfaatan Hak Guna Usaha (HGU) dari PT Bulungan Citra Agro Persada (BCAP) pada akhir Juli 2026 di Jakarta.
Direktur PT BCAP, Bambang Sulis, menegaskan dukungannya terhadap proyek ini karena bersinggungan langsung dengan ketahanan energi yang merupakan program strategis negara. Kolaborasi lancar ini turut diapresiasi oleh Assistant Manager Land Matters & Formalities PHI, Adi Suryana.
Sebagai bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan, PHE LPB memastikan seluruh tahapan proyek Tingkilan-001 sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang mengintegrasikan keselamatan operasional dan tanggung jawab sosial bagi komunitas di sekitar wilayah operasi.[]












1 Comment