BREAKING

NASIONAL

Bakom RI: Cetak Fisik Anak Sekelas Lamine Yamal dengan MBG

Bakom RI menyinggung Lamine Yamal saat membahas gizi anak Indonesia, pola makan, kebiasaan sarapan, stunting, dan program MBG.

JAKARTA — Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia menyoroti isu penyediaan gizi anak sebagai salah satu tantangan dalam membangun generasi unggul. Dalam pembahasannya, Tenaga Ahli Utama Bakom RI Hariko Wibowo Satria bahkan membawa nama bintang muda Barcelona dan tim nasional Spanyol, Lamine Yamal .

Pernyataan tersebut disampaikan Hariko dalam sebuah program televisi swasta pada 24 Juli 2026, kemudian kembali menjadi perhatian publik dan diberitakan pada Senin, 28 September 2026. Hariko saat itu menjelaskan bahwa persoalan pola makan dan kecukupan gizi masih menjadi tantangan bagi anak-anak Indonesia.

Hariko menyebut lebih dari separuh anak Indonesia memiliki pola makan yang dinilainya buruk. Ia juga mengungkap angka 41 persen anak usia sekolah yang termasuk tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah, selain persoalan stunting.

“Lebih dari separuh anak-anak kita ini pola makannya buruk 56 persen. Hampir 41 persen anak-anak ini tidak sarapan ke sekolah. Kemudian stunting,” ujar Hariko, sebagaimana dikutip pada 28 September 2026.

Angka 41 persen tersebut bukan angka yang baru muncul pada tahun 2026. Data mengenai anak usia sekolah yang tidak sarapan telah beberapa kali dikutip pemerintah dari sumber kesehatan sebelumnya. Kementerian Kesehatan juga menekankan bahwa sarapan dengan gizi seimbang penting untuk mendukung energi, konsentrasi, dan aktivitas anak selama mengikuti pembelajaran.

Dalam menjelaskan pentingnya membangun generasi dengan kualitas fisik yang baik, Hariko kemudian menggunakan sepak bola Spanyol sebagai ilustrasi. Ia menilai Indonesia masih menghadapi kesulitan menemukan anak dengan kelincahan seperti Yamal meskipun memiliki jumlah penduduk dan populasi anak yang besar.

Hariko menyoroti permasalahan tersebut dengan pentingnya menyediakan makanan bergizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut diarahkan sebagai bagian dari upaya menyediakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus pembangunan sumber daya manusia.

“Kalau lihat sepak bola itu, seperti Spanyol ketika juara. Mencari anak-anak seperti Lamine Yamal yang gesit seperti itu agak merepotkan kita, di tengah kita banyak populasinya,” kata Hariko dalam pernyataannya.

Nama Lamine Yamal menjadi menarik karena pemain muda Barcelona tersebut memang berkembang menjadi salah satu talenta penting sepak bola Spanyol. Namun kemampuan seorang atlet profesional tentu tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan, melainkan juga mempengaruhi latihan, pelatihan, lingkungan, fasilitas, serta proses pengembangan bakat.

Dalam konteks kesehatan anak, Kementerian Kesehatan telah lama menempatkan perbaikan pola makan sebagai salah satu hal penting dalam pencegahan stunting. Pemerintah juga menekankan pentingnya makanan dengan kandungan gizi yang cukup dan beragam bagi tumbuh kembang anak.

Data mengenai stunting juga menunjukkan bahwa persoalan gizi anak bukanlah persoalan sederhana. Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi stunting nasional sebesar 21,6 persen berdasarkan SSGI 2022, sehingga penyediaan gizi tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, pernyataan Hariko mengenai Yamal pada dasarnya menempatkan penyediaan gizi sebagai bagian dari pembicaraan yang lebih luas mengenai kualitas generasi muda. Perbandingan dengan bintang sepak bola dunia tersebut kemudian memancing beragam tanggapan di ruang publik dan media sosial.

Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang dikaitkan dengan penyediaan kebutuhan pangan bergizi bagi anak.

Di sisi lain, keberhasilan pembangunan generasi tidak hanya ditentukan oleh pemberian makanan, tetapi juga membutuhkan pelatihan kesehatan, pendidikan, aktivitas fisik, lingkungan keluarga, serta pengembangan bakat secara berkelanjutan.(*)

image_pdfimage_print

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts