SEANTERONEWS.com – Operasi SAR berskala besar terus digulirkan guna mencari korban tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo. Memasuki hari kesepuluh, tim penyelam gabungan dari TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Basarnas Special Group (BSG) memfokuskan pencarian dengan menyisir langsung bagian dalam kerangka kapal yang berada di dasar laut.
Berdasarkan laporan terkini dari pihak TNI AL, operasi bawah air yang berisiko tinggi ini telah membuahkan hasil. Sebanyak 15 jenazah berhasil dievakuasi dari dalam lambung kapal. Misi kemanusiaan ini melibatkan prajurit elite dari Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) dan Satuan Komando Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Satkoppeba) Koarmada II, yang bahu-membahu bersama unsur Basarnas serta Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).
Evakuasi para korban dari dasar laut berlangsung dramatis dan bertahap. Sejak Jumat (18/9/2026) pekan lalu, tim penyelam harus berjibaku melawan arus kuat untuk membuka jalur akses ke dalam kabin kapal, salah satunya dengan membongkar jendela lambung. Dari manuver tersebut, tiga jenazah pertama berhasil diangkat dan dipindahkan ke KRI I Gusti Ngurah Rai-332.
Penyisiran intensif terus berlanjut. Pada Selasa (22/9/2026), penyelam kembali mendapati tiga korban tambahan yang terjebak di area tersembunyi bangkai kapal. Seluruh temuan jenazah oleh tim gabungan ini secara estafet dievakuasi menuju KN SAR Pacitan untuk tahapan identifikasi lanjutan.
Pengerahan Teknologi ROV dan Pembaruan Data Korban
Data jumlah korban bersifat dinamis dan terus diperbarui seiring berjalannya operasi di lapangan. Berdasarkan data resmi Basarnas per Rabu (23/9/2026), operasi yang masih berlangsung mencatat penambahan satu jenazah yang ditemukan terapung di dekat badan kapal pada pukul 11.20 WITA.
Dengan penemuan terbaru ini, total korban tewas yang telah terevakuasi mencapai 19 orang. Merujuk pada data manifes awal yang berjumlah 243 penumpang, tercatat masih ada 116 orang yang berstatus hilang dan dalam tahap pencarian.
Mengingat kondisi cuaca maritim yang fluktuatif dan visibilitas bawah air yang terbatas, TNI AL tidak hanya mengandalkan tenaga manusia. Sebuah perangkat robotik bawah air atau Remotely Operated Vehicle (ROV) yang dioperasikan dari TB Jaya Dragon turut diterjunkan. Teknologi ini berfungsi sebagai “mata” bagi tim SAR untuk memetakan kerangka kapal dan menentukan titik aman sebelum penyelam turun ke lokasi.
Terkait keberlanjutan misi ini, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menegaskan bahwa negara hadir secara maksimal dalam penanganan tragedi masif ini. Ia mengapresiasi dedikasi tanpa henti dari seluruh personel di lapangan.
“Kami menyiagakan personel, alutsista, serta kemampuan terbaik dari TNI untuk mendukung penuh operasi kemanusiaan ini. Sinergi dengan berbagai pihak terkait akan terus dijaga sampai seluruh tahapan pencarian dan evakuasi tuntas dilaksanakan,” ujar Mayjen Muhammad Nas.
Hingga berita ini diturunkan, armada gabungan dari unsur TNI, Polri, Basarnas, dan potensi SAR dari masyarakat maritim masih mengepung Perairan Masalembo, menyisir baik dari udara, permukaan laut, hingga ke dasar samudra tempat KM Virgo Transport 8 bersemayam.[]











