BREAKING

BISNIS

Incar Dana Rp45 Miliar, Saham SWAP Siap Melantai di BEI

PT Swayasa Prakarsa (SWAP) melantai di BEI dengan target dana Rp45,2 miliar untuk ekspansi dan penguatan modal kerja.

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali diramaikan oleh emiten baru di sektor kesehatan. PT Swayasa Prakarsa Tbk, perusahaan manufaktur alat kesehatan dan produk herbal yang merupakan hasil hilirisasi riset dari Universitas Gadjah Mada (UGM), resmi memulai langkah Initial Public Offering (IPO). Perusahaan yang berbasis di Sleman ini akan menggunakan kode saham SWAP.

Berdasarkan prospektus yang dirilis pada Senin (24/8/2026), perusahaan melepas sebanyak 323 juta lembar saham baru ke publik. Jumlah tersebut setara dengan 30,3 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Masa penawaran awal (book building) bagi calon investor telah resmi dibuka mulai 24 Agustus hingga 27 Agustus 2026. Harga penawaran dipatok pada rentang Rp130 hingga Rp140 per saham. Dengan skema ini, perusahaan menargetkan perolehan dana segar dari pasar primer berkisar antara Rp41,99 miliar hingga Rp45,22 miliar.

Menariknya, saham SWAP telah mendapatkan klasifikasi sebagai efek syariah. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang memiliki fokus pada portofolio berbasis prinsip syariat dan kepatuhan lingkungan, sosial, serta tata kelola (ESG).

Langkah go public ini menjadi momentum krusial bagi SWAP untuk membenahi postur keuangan mereka. Berdasarkan laporan keuangan per 28 Februari 2026, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp31,78 miliar, sedikit menyusut dari posisi akhir 2025 yang berada di angka Rp33,36 miliar. Dana hasil IPO rencananya akan dialokasikan untuk tiga pos utama, yakni modal kerja, belanja modal (capex), serta pembayaran kewajiban utang perusahaan.

Sebagai perusahaan yang berdiri sejak 2012, SWAP memiliki rekam jejak unik sebagai motor komersialisasi riset akademik. Melalui unit strategis seperti Gama Herbal Indonesia dan Gamafood, perusahaan telah membuktikan kemampuan dalam mengubah hasil riset laboratorium menjadi produk yang dapat diterima pasar.

PT Sukadana Prima Sekuritas telah ditunjuk sebagai Penjamin Emisi Efek dalam proses hajatan pasar modal ini. Jika seluruh proses berjalan lancar dan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Agustus 2026, saham SWAP dijadwalkan melantai perdana di papan perdagangan BEI pada 10 September 2026.

Bagi para investor, kehadiran SWAP memberikan warna baru di sektor kesehatan dan manufaktur alat kesehatan. Namun, dengan rapor keuangan yang masih menantang, publik tentu akan mencermati bagaimana perusahaan memanfaatkan dana IPO untuk memperbaiki kinerja fundamental dan memacu ekspansi bisnisnya pasca-pencatatan nanti.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts