PIDIE – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Ekoteologi Kelompok 01 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe sukses menggelar aksi sosial di Desa Mee Teungoh, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kebersihan lingkungan serta penyerahan bantuan sarana kebersihan untuk Meunasah Meugoe, fasilitas ibadah utama di gampong tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari wujud kepedulian mahasiswa terhadap kenyamanan warga dalam menjalankan aktivitas keagamaan. Sebanyak 10 mahasiswa yang berasal dari lintas program studi—Pendidikan Agama Islam, Bimbingan Konseling Islam, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah—turun langsung untuk bergotong royong bersama warga.
Aksi bersih-bersih yang dilaksanakan pada 26 Juli 2026 ini menyasar seluruh sudut lingkungan meunasah, mulai dari ruang utama ibadah, area wudu, WC, hingga kantor keuchik dan halaman sekitarnya. Dengan penuh semangat, para mahasiswa bersama warga membersihkan debu, mengumpulkan sampah, serta menata fasilitas umum agar terlihat lebih rapi dan nyaman.
Ketua Kelompok 01 KPM Mandiri, Muhammad Hatta Saiyus, menjelaskan bahwa aksi gotong royong ini sengaja dilakukan sebagai upaya memicu kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan rumah ibadah.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim mahasiswa menyerahkan berbagai peralatan kebersihan kepada aparatur Desa Mee Teungoh pada 31 Juli 2026. Bantuan tersebut meliputi sapu, tong sampah, alat pel, sandal untuk area wudu, serta berbagai perlengkapan kebersihan lainnya. Penyerahan bantuan diterima langsung oleh aparatur desa, termasuk Muhammad Rajis, yang menyambut baik inisiatif para mahasiswa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Husni Kamal, S.HI., memberikan arahan agar kegiatan ini tidak sekadar berakhir di momen penyerahan. Ia berharap sarana yang diberikan dapat menjadi pemicu bagi warga untuk terus menjaga kebersihan fasilitas umum secara rutin dan mandiri.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat. Kami berharap sarana kebersihan ini dirawat dengan baik oleh warga desa agar lingkungan meunasah selalu bersih, sehat, dan nyaman untuk digunakan bagi aktivitas ibadah sehari-hari,” ujar Husni Kamal.
Kegiatan ini tidak hanya berhasil menata fisik lingkungan meunasah, tetapi juga memperkuat jalinan silaturahmi antara civitas akademika UIN Sultanah Nahrasiyah dengan masyarakat Desa Mee Teungoh. Semangat gotong royong yang terbangun menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa dapat membawa dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat perdesaan.
Meski masa KPM akan berakhir, mahasiswa berharap budaya menjaga kebersihan lingkungan yang telah dipraktikkan bersama ini dapat terus dipertahankan. Inisiatif sederhana ini membuktikan bahwa perhatian kecil terhadap kebersihan fasilitas umum dapat menciptakan dampak besar bagi kenyamanan warga dalam menjalankan rutinitas keagamaan dan sosial di desa.[]









