MONTREAL — Petenis muda berbakat asal Amerika Serikat, Ben Shelton, sukses menegaskan dominasinya di lapangan keras setelah berhasil mempertahankan gelar juara National Bank Open 2026. Dalam laga final sesama wakil AS yang berlangsung sengit di Montreal, Kanada, Jumat WIB, Shelton menumbangkan Brandon Nakashima dua set langsung dengan skor 6-3, 7-6(4).
Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan trofi ATP Masters 1000 kedua dalam karier Shelton. Pencapaian luar biasa tersebut meneruskan kesuksesannya di turnamen serupa pada edisi tahun sebelumnya saat digelar di Toronto.
Masuk Klub Elite Abad Ini
Keberhasilan mempertahankan mahkota juara di Kanada membawa Shelton sejajar dengan jajaran legenda tenis dunia. Petenis berusia 23 tahun ini menjadi pemain putra keempat pada abad ke-21 yang sanggup menjuarai turnamen Kanada secara back-to-back, menyamai rekor Andy Murray (2009–2010), Novak Djokovic (2011–2012), dan Rafael Nadal (2018–2019).
“Konsistensi sepanjang pekan ini serta kemampuan melewati undian pertandingan menjadi bukti nyata dari kerja keras yang telah saya jalani. Ini memperlihatkan ketahanan mental dan fokus penuh saya dalam menghadapi setiap tekanan,” ungkap Shelton seusai laga, seperti dikutip dari laman resmi ATP.
Performa Solid Tanpa Cela
Sepanjang laga final yang berdurasi satu jam 27 menit tersebut, Shelton tampil sangat dominan. Mengandalkan kombinasi servis kencang dan Pukulan forehand bertenaga, ia sama sekali tidak memberikan kesempatan break point bagi lawannya.
Momentum penentu terjadi di set pertama saat Shelton mematahkan servis Nakashima pada kedudukan 3-3. Memasuki set kedua, pertandingan berjalan lebih ketat hingga mencapai tie-break, sebelum akhirnya pengembalian forehand winner Shelton menyegel gelar kemenangan.
Hasil ini memperlebar keunggulan rekor pertemuan (head-to-head) Shelton atas Nakashima menjadi 6-0. Bagi Shelton, trofi di Montreal menjadi gelar keempatnya di musim 2026—setelah sebelumnya menjuarai turnamen di Dallas, Munich, dan Stuttgart—sekaligus menambah koleksi trofi ATP Tour miliknya menjadi tujuh.
Catatan Manis Bagi Nakashima
Di sisi lain, meski harus puas menempati posisi runner-up, turnamen ini mencatatkan pencapaian penting bagi Brandon Nakashima. Tampil untuk pertama kalinya di final level Masters 1000, petenis berusia 25 tahun itu menunjukkan lonjakan performa signifikan yang mendongkrak posisinya ke peringkat 22 dunia dalam daftar ATP Live Rankings.
“Ini adalah salah satu pekan terbaik dalam hidup saya. Saya sangat berterima kasih kepada keluarga dan tim pelatih atas dukungan tanpa henti sepanjang perjalanan karier saya hingga bisa mencapai titik ini,” ujar Nakashima penuh rasa syukur.











