NASIONAL

Inggris Bawa 15 Perusahaan Kereta Api Jajaki Peluang Investasi di Indonesia

Sebanyak 15 perusahaan asal Inggris menjajaki peluang kerja sama di sektor perkeretaapian Indonesia melalui UK-Indonesia Rail Partnership Forum 2026 yang digelar di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta

SEANTERONEWS.com – Sebanyak 15 perusahaan asal Inggris menjajaki peluang kerja sama di sektor perkeretaapian Indonesia melalui UK-Indonesia Rail Partnership Forum 2026 yang digelar di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari berbagai bidang dalam ekosistem industri perkeretaapian, mulai dari rekayasa teknik, konsultan, arsitektur, operasional, penyedia sarana dan perangkat perkeretaapian, hingga pembiayaan.

Komisaris Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik, Martin Kent, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan jangka panjang antara pelaku usaha Inggris dan Indonesia, khususnya di sektor infrastruktur transportasi.

“Forum hari ini berfokus pada pembangunan kemitraan jangka panjang antara pelaku usaha Inggris dan Indonesia. Hari ini kami membawa 15 perusahaan infrastruktur perkeretaapian terbaik dari Inggris. Banyak di antaranya telah beroperasi di Indonesia selama puluhan tahun, bahkan lintas generasi,” ujar Martin dalam forum tersebut, dikutip dari detikFinance, Kamis (30/7/2026).

Martin mengatakan Inggris memiliki pengalaman dalam berbagai bidang perkeretaapian, mulai dari perencanaan, rekayasa, operasional, pembiayaan, hingga pengembangan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD).

Menurut dia, peluang kerja sama tersebut telah dibahas bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Salah satu proyek yang menjadi fokus pembahasan adalah pengembangan kereta api perkotaan Surabaya yang saat ini telah memasuki tahap studi kelayakan (feasibility study).

“Pagi tadi saya bertemu dengan perwakilan Bappenas dan Kementerian Perhubungan untuk membahas kerja sama di masa depan, termasuk proyek kereta perkotaan Surabaya. Inggris telah mendukung proyek tersebut melalui studi transportasi yang saya serahkan kepada Kementerian Perhubungan dan  Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun lalu,” kata Martin.

Selain menawarkan keahlian teknis, Inggris juga membuka peluang dukungan pembiayaan melalui UK Export Finance, lembaga kredit ekspor milik pemerintah Inggris.

Martin mengatakan kedua negara juga terus memperkuat kolaborasi melalui kemitraan MELAJU yang berfokus pada pengembangan infrastruktur berkelanjutan.

“Melalui kemitraan yang kami sebut MELAJU, kami juga mendorong pengembangan infrastruktur berkelanjutan antara Inggris dan Indonesia. Yang sangat penting untuk forum hari ini adalah kemampuan pembiayaan yang dapat kami tawarkan melalui lembaga bernama UK Export Finance,” ujarnya.

Inggris merupakan salah satu negara dengan industri perkeretaapian terbesar di dunia. Nilai ekspor peralatan dan jasa perkeretaapian negara tersebut mencapai lebih dari 1 miliar pound sterling setiap tahun dan didukung sekitar 100.000 tenaga kerja di sektor tersebut.

Forum UK-Indonesia Rail Partnership 2026 juga mendukung pengembangan sistem transportasi perkotaan berkelanjutan di Indonesia, termasuk perluasan jaringan MRT Jakarta, pengembangan LRT, proyek kereta perkotaan Surabaya, serta berbagai program modernisasi perkeretaapian nasional.

Adapun 15 perusahaan Inggris yang mengikuti forum tersebut adalah Arup, BDP, Broadway Malyan, Construcciones y Auxiliar de Ferrocarriles (CAF), Colas Rail, Connected Places Catapult, Foster + Partners, GE Vernova, Hitachi Rail, KPMG, Mott MacDonald, PwC Indonesia, Scott Brownrigg, Techne Praxis, serta Turner & Townsend.[]

image_print
author avatar
Iqbal Sahputra

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts