BANDA ACEH – Guna menjamin situasi wilayah yang tetap kondusif, aparat gabungan dari unsur TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan Kuta Alam, Satpol PP, hingga Wilayatul Hisbah (WH) menggelar patroli terpadu di kawasan Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).
Operasi yang difokuskan pada kawasan Gampong Bandar Baru ini menyasar titik-titik strategis yang dinilai memiliki potensi kerawanan terhadap gangguan keamanan, ketertiban umum (Trantibum), serta pelanggaran penerapan Syariat Islam.
Patroli yang dipimpin langsung oleh Camat Kuta Alam, Faidian Faisal, S.STP., M.Si., ini lebih mengedepankan tindakan preventif dan edukatif daripada represif. Petugas di lapangan menyisir berbagai lokasi untuk memastikan lingkungan tetap tertib sekaligus berinteraksi langsung dengan warga.
Selama kegiatan, aparat tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mematuhi peraturan daerah. Warga diajak untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga ketertiban lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.
Pelda Efrinaldi dari Koramil 13/Kuta Alam menjelaskan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat bertujuan untuk menciptakan rasa aman. Menurutnya, pendekatan persuasif dan humanis menjadi kunci agar warga lebih kooperatif dalam menjalankan aturan yang berlaku.
“Patroli terpadu ini adalah wujud komitmen nyata kami dalam menjaga wilayah. Kami berharap kehadiran aparat di lapangan dapat meningkatkan kesadaran warga untuk menghormati aturan, termasuk dalam pelaksanaan Syariat Islam yang merupakan kekhususan di Aceh,” ujar Pelda Efrinaldi.
Sinergi lintas instansi ini dinilai menjadi faktor determinan dalam menjaga stabilitas Kota Banda Aceh. Kolaborasi antara TNI, Polri, dan instansi pemerintah daerah menunjukkan kekompakan dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun pelanggaran ketertiban sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
Operasi rutin ini diharapkan mampu meminimalisir segala bentuk pelanggaran ketertiban serta semakin mempererat hubungan kemitraan antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Dengan lingkungan yang tertib dan nyaman, stabilitas keamanan Kota Banda Aceh dapat terus dipertahankan demi kenyamanan seluruh warga.[]










