PIDIE – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0102/Pidie tidak sekadar membangun fisik infrastruktur desa. Untuk membentuk karakter bangsa yang kuat, Satgas TMMD menggelar penyuluhan wawasan kebangsaan bagi warga Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Meunasah Desa Lhok Panah ini menghadirkan Danramil 12/Sakti, Kapten Inf Dwi Santosa, sebagai pemateri utama. Program nonfisik ini sengaja diselipkan di tengah padatnya pengerjaan sasaran fisik untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kesadaran akan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam paparannya, Kapten Inf Dwi Santosa menekankan bahwa kemajuan infrastruktur harus dibarengi dengan kematangan karakter masyarakatnya. Ia mengajak warga untuk kembali meresapi nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan: Pancasila sebagai ideologi, UUD 1945 sebagai konstitusi, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan keberagaman, serta NKRI sebagai bentuk final negara.
“Wawasan kebangsaan adalah cara pandang kita terhadap diri dan lingkungan yang berlandaskan pada jati diri bangsa. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi pedoman hidup agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh berbagai tantangan maupun paham yang bertentangan dengan ideologi negara,” ujar Kapten Inf Dwi Santosa di hadapan warga.
Penyuluhan ini mendapatkan respons yang sangat positif dari warga Desa Lhok Panah. Peserta yang hadir tidak hanya terdiri dari tokoh masyarakat, tetapi juga banyak pemuda setempat yang menunjukkan antusiasme tinggi saat sesi dialog interaktif berlangsung.
Menurut Kapten Inf Dwi Santosa, edukasi ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang adaptif, berkarakter, dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Baginya, ketahanan nasional yang tangguh sebenarnya bermula dari tingkat desa. Jika warga di pedesaan memiliki pemahaman kebangsaan yang baik, maka persatuan bangsa secara luas akan lebih terjaga.
“Harapan kami, masyarakat khususnya generasi muda, semakin memahami pentingnya persatuan. Semangat saling menghormati dan gotong royong harus terus dipelihara agar nilai-nilai kebangsaan kita tetap lestari,” tambahnya.
Melalui pendekatan nonfisik ini, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0102/Pidie membuktikan bahwa pengabdian TNI tidak hanya berupa semen dan batu, melainkan juga pembangunan mental dan karakter bangsa. Sinergi antara pembangunan fisik dan edukasi kebangsaan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan desa yang lebih mandiri, harmonis, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Pidie.









