BREAKING

NASIONAL

Panen Raya Terintegrasi TNI: Perkuat Pangan Nasional

Presiden Prabowo hadiri Panen Raya Terintegrasi TNI di 43 titik. TNI kontribusi lebih dari 55% target produksi beras nasional 2026.

SEANTERONEWS.com – Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung swasembada pangan kembali ditunjukkan melalui perhelatan Panen Raya Terintegrasi TNI yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh penjuru Indonesia. Acara puncak yang dipusatkan di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam sektor pertanian adalah bentuk pengabdian nyata untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Menurutnya, prajurit di lapangan tidak hanya berperan menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi motor penggerak ketahanan pangan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Kontribusi Sinergi Tiga Matra

Setiap matra TNI menunjukkan peran strategis berdasarkan karakteristik wilayah pendampingannya:

TNI Angkatan Darat: Menjadi kontributor terbesar dengan pendampingan panen padi seluas 479.659 hektare pada bulan Juli 2026 saja. Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juni 2026, TNI AD berhasil mendampingi lahan seluas 6,26 juta hektare dengan total produksi mencapai 19,2 juta ton beras. Angka ini setara dengan lebih dari 55 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

TNI Angkatan Udara: Fokus pada komoditas tebu dengan mengelola lahan seluas 236.048 hektare. Potensi produksinya mencapai 18,386 juta ton tebu, atau setara dengan 1,36 juta ton gula.

TNI Angkatan Laut: Mengawal budidaya kedelai di lahan seluas 2.432 hektare dengan estimasi produksi 3.676 ton, sekaligus melakukan ekspansi pembukaan lahan baru.

Pangan adalah Gerakan Nasional

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor tersebut. Presiden menekankan bahwa ketahanan pangan bukanlah beban satu kementerian semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh bangsa.

“Kegiatan ini memperlihatkan bahwa ketahanan pangan adalah gerakan nasional. Seluruh kekuatan bangsa, termasuk TNI, pemerintah daerah, petani, dan masyarakat, harus bergerak bersama untuk memastikan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri,” ujar Presiden.

Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam sektor pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pangan di daerah-daerah yang selama ini memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal. Dengan kolaborasi yang solid, pemerintah optimistis dapat menciptakan ketahanan pangan yang kokoh, stabil, dan berkelanjutan untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts