BREAKING

NASIONAL

Kaji Pemikiran Bung Mitro, Nusantara Centre Gelar Diskusi

Nusantara Centre akan meluncurkan buku 'Sumitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan' melalui diskusi ahli dan simposium nasional pada Agustus 2026.

SEANTERONEWS.com – Gagasan besar begawan ekonomi Indonesia, Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, mengenai kedaulatan ekonomi dan perjuangan melawan dominasi asing bersiap dikaji kembali. Melalui buku teranyar bertajuk Sumitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan, pemikiran kritis sang begawan akan dibedah secara komprehensif dalam sebuah forum diskusi ahli (expert discussion) dan simposium nasional.

Agenda strategis yang diinisiasi oleh lembaga kajian Nusantara Centre ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026 mendatang, bertempat di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta.

Buku hasil riset kolaboratif dua ekonom Pancasila, Agus Rizal dan Dedi Setiadi, ini mengupas sisi nasionalisme ekonomi Bung Mitro sapaan akrab Sumitro yang kerap luput dari perhatian publik. Buku ini disusun dengan kontribusi pemikiran dari sejumlah akademisi dan praktisi ekonomi, seperti Dr. Ichsanuddin Noorsy, Prof. Didin S. Damanhuri, hingga Prof. Yudhie Haryono.

Dihadiri Tokoh Kunci Nasional

Untuk merumuskan implementasi nyata pemikiran Sumitro bagi perekonomian modern, panitia mengundang sejumlah tokoh kunci nasional sebagai pembicara utama. Mereka di antaranya Presiden RI Prabowo Subianto, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, Guru Besar IPB Prof. Didin S. Damanhuri, Direktur Utama RRI Dr. Ignatius Hendratmo, serta Pendiri Ethos Group Mukit Hendrayatno.

Mewakili keluarga besar Djojohadikusumo, Hashim Djojohadikusumo dijadwalkan hadir memberikan sambutan khusus. Kehadiran Hashim juga akan didampingi oleh beberapa perwakilan keluarga, antara lain Irwan Bobby Meidianto, Mitra Vinda Silitonga, legislator Rahayu Saraswati, serta perancang busana Ragowo Hediprasetyo.

Forum ini juga diperkaya dengan kehadiran serta sumbang saran aktif dari barisan ekonom strukturalis dan pegiat ekopol Pancasila terkemuka, seperti Prof. Sri Edi Swasono, M. Hatta Taliwang, Munarman, Sayuti Asyathri, Laksma Salim, hingga Bambang Wiwoho.

Mendorong Lahirnya UU Ekonomi Pancasila

Perwakilan dari Nusantara Centre, Asy’ari Muchtar, menjelaskan bahwa peluncuran buku ini sengaja dikemas dalam bentuk diskusi ahli dan simposium nasional agar melahirkan rekomendasi konkret bagi arsitektur ekonomi Indonesia. Salah satu target besarnya adalah memperkuat fondasi teoretis guna mendorong segera terbitnya Undang-Undang Sistem Ekonomi Pancasila di tanah air.

“Pemikiran Soemitro tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana kemerdekaan politik harus ditopang oleh kedaulatan ekonomi. Inilah sisi Sumitro yang ingin kami hadirkan kembali kepada publik,” tutur Asy’ari Muchtar dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (12/7/2026).

Di tengah derasnya arus globalisasi yang meningkatkan ketergantungan pasar domestik pada kekuatan eksternal, pemikiran antikolonialisme ekonomi Sumitro dinilai menemukan momentum relevansinya yang paling kuat. Diskusi ahli ini diharapkan mampu membuka jalan bagi lahirnya kebijakan ekonomi nasional yang lebih mandiri, inklusif, dan berdaulat sesuai amanat konstitusi negara.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts