BREAKING

BISNIS

Tensi AS-Iran Memanas, Indeks Nasdaq Longsor 1,55%

Indeks Nasdaq Composite longsor 1,55% di tengah eskalasi konflik AS-Iran yang memicu kekhawatiran geopolitik global dan menekan saham sektor semikonduktor.

SEANTERONEWS.com – Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup melemah di zona merah pada akhir sesi perdagangan Senin (13/7/2026) waktu setempat. Langkah investor dalam membatasi kepemilikan pada instrumen aset berisiko dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks Nasdaq Composite mencatatkan koreksi terdalam dengan merosot hingga 1,55 persen ke level 25.873,18. Di saat yang sama, indeks S&P 500 juga melemah sebesar 0,79 persen dan terparkir di posisi 7.515,47.

Sementara itu, penurunan indeks Dow Jones Industrial Average cenderung lebih terbatas, yakni hanya terkoreksi 0,26 persen ke level 52.498,70. Relatif kokohnya kinerja Dow Jones disokong oleh penguatan harga saham-saham di sektor energi yang diuntungkan oleh lonjakan harga minyak dunia.

Sektor Semikonduktor Alami Tekanan Terberat

Di sektor industri, saham-saham perusahaan produsen semikonduktor menjadi titik terlemah yang menyeret kinerja pasar secara keseluruhan. Indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) tercatat sebagai sektor dengan rapor penampilan terburuk pada perdagangan awal pekan ini.

Saham SanDisk anjlok drastis sebesar 12,6 persen, diikuti pelemahan tajam dari produsen Marvell Technology dan raksasa teknologi Intel.

Sementara itu, saham pabrikan asal Korea Selatan, SK Hynix, yang baru saja mencatatkan debut (listing) di Nasdaq pada Jumat lalu, merosot 9,3 persen. Penurunan ini menghapus sebagian keuntungan setelah saham tersebut sempat terbang lebih dari 12 persen pada hari pertama perdagangan.

Menanti Rilis Data Ekonomi dan Testimoni The Fed

Selain dibayangi oleh kecemasan konflik geopolitik, para pelaku pasar kini bersiap mengantisipasi rilis sejumlah indikator ekonomi krusial di sisa pekan ini.

Agenda strategis meliputi kesaksian Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, di hadapan Kongres pada Selasa dan Rabu, serta rilis draf data inflasi konsumen (CPI), inflasi produsen (PPI), dan tingkat penjualan ritel domestik. Rentetan rilis data ini diproyeksikan menjadi acuan penting bagi para investor dalam menakar arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

Di saat yang bersamaan, musim penyampaian laporan keuangan kuartal II 2026 mulai bergulir di pasar keuangan. Raksasa perbankan AS seperti JPMorgan Chase, Wells Fargo, Bank of America, Citigroup, dan Goldman Sachs dijadwalkan merilis kinerja keuangan mereka pada Selasa ini.

Berdasarkan analisis draf data LSEG, laba gabungan dari korporasi yang tergabung dalam indeks S&P 500 pada kuartal II diperkirakan mencatatkan pertumbuhan yang menjanjikan sebesar 23,7 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts