SEANTERONEWS.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dinilai menyimpan prospek cerah untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus pusat penyelenggaraan kegiatan berskala besar atau industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). Daya tarik IKN bahkan diyakini sudah mulai terbentuk meski pemindahan fungsi pemerintahan secara penuh masih berjalan secara bertahap.
Pandangan optimistis tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Nusantara, Kalimantan Timur, Jumat (10/7/2026).
Mengingat Komisi VII DPR RI bermitra erat dengan Kementerian Pariwisata, Rahayu mengusulkan agar sebagian kawasan penunjang IKN dibuka lebih awal bagi para pelancong umum sebelum seluruh fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif berkantor penuh secara resmi. Langkah ini diproyeksikan dapat memberikan stimulus ekonomi awal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk mulai menata dan memajukan usaha mereka.
“Sebelum eksekutif, legislatif, dan yudikatif berfungsi penuh, ada kesempatan untuk membuka kawasan ini terlebih dahulu bagi pengunjung. Dengan begitu, UMKM juga bisa mulai menata dan mempersiapkan usahanya,” ujar Rahayu Saraswati, dikutip Minggu (12/7/2026).
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra tersebut meyakini bahwa kehadiran IKN akan membawa dampak limpahan ekonomi (spillover effect) yang positif bagi wilayah sekitarnya, khususnya Balikpapan dan Samarinda. Keandalan infrastruktur konektivitas yang terus dibangun, seperti jalan tol yang mulus, lebar, dan lancar, dipastikan akan mendongkrak minat kunjungan dari wisatawan domestik maupun internasional.
“Tadi kami juga sudah mencoba jalan tolnya, sangat lancar, mulus, dan luas sekali. Mudah-mudahan ini bisa menambah animo bukan hanya wisatawan lokal, tetapi juga internasional untuk melihat ibu kota negara baru yang sangat futuristik,” ungkapnya.
Rahayu menggarisbawahi kekuatan utama konsep pembangunan IKN yang mengawinkan arsitektur modern futuristik dengan identitas kebudayaan nasional Indonesia. Ke depan, daya tarik kota ini tidak hanya ditopang oleh keberadaan akomodasi perhotelan mewah dan forum-forum kenegaraan, melainkan juga lewat rencana kehadiran kawasan konservasi satwa endemik lokal yang berwawasan lingkungan.
Sinergi antara sektor pariwisata ekologis dan industri MICE diproyeksikan membuat IKN dikunjungi tidak semata-mata untuk urusan birokrasi politik, melainkan juga untuk sarana rekreasi dan edukasi publik.
Di akhir kunjungannya, Rahayu mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk bersabar dalam mengawal proses pembangunan bertahap di IKN. Ia optimistis bahwa hasil akhir pembangunan Nusantara kelak akan melahirkan wajah baru kebanggaan nasional yang tidak hanya modern, tetapi juga merepresentasikan keberagaman identitas bangsa secara utuh.
“Nantikan, karena ini sangat luar biasa dan tidak seperti kota-kota di Indonesia yang lainnya, tetapi sangat merepresentasikan Indonesia. Saya rasa semua akan bangga bahwa Indonesia punya IKN seperti ini,” pungkasnya.[]











