BREAKING

NASIONAL

Kortas Tipikor Polri Usut Korupsi Kakap, Pakar Beri Dukungan

Pakar hukum pidana Edi Hasibuan mendukung penuh langkah Kortas Tipikor Polri dalam mengusut kasus mega korupsi PLN, Asabri, hingga menindak tegas upaya obstruction of justice.

JAKARTA – Langkah taktis Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri yang berkolaborasi dengan Polda Metro Jaya dalam membongkar sejumlah skandal mega korupsi mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi. Dukungan penuh mengalir dari Edi Hasibuan, Pemerhati Hukum Pidana dari Universitas Bhayangkara Jakarta.

Saat ini, aparat penegak hukum tengah berfokus mengusut serangkaian kejahatan rasuah berskala besar yang menjadi sorotan publik. Deretan perkara tersebut meliputi dugaan penyelewengan pasokan batu bara untuk PT PLN, sengkarut kasus Asabri dan Jiwasraya, hingga polemik restrukturisasi utang PT Krakatau Steel.

Edi memandang gebrakan tersebut sebagai bukti konkret keseriusan kepolisian dalam menyelamatkan uang negara yang berpotensi hilang hingga triliunan rupiah. Mantan Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2012–2016 ini menilai proses penegakan hukum telah berjalan di koridor yang tepat, mengedepankan asas profesionalisme, transparansi, dan penindakan tanpa tebang pilih.

“Korupsi adalah musuh negara dan masyarakat. Kita percaya rakyat pasti mendukung penuh kepolisian. Oleh karena itu, kita meminta semua pihak agar menghormati proses hukum yang sedang bergulir,” ungkap Edi dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Lebih lanjut, Edi melontarkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang mencoba bermain api dengan menghalangi penyelidikan (obstruction of justice). Ia menegaskan, segala bentuk intervensi yang bertujuan untuk menutupi fakta atau menghambat kinerja penyidik harus diganjar dengan sanksi tegas sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Keseriusan tim gabungan Polri juga dibuktikan dengan masifnya pergerakan di lapangan. Berdasarkan informasi terkini, penyidik telah melakukan penyisiran dan penggeledahan di sedikitnya 12 titik lokasi yang dicurigai berkaitan erat dengan jaringan perkara korupsi ini.

Dari operasi maraton tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial. Salah satu temuan yang paling menyita perhatian adalah tumpukan uang tunai dalam bentuk mata uang asing, yang saat ini tengah didalami lebih lanjut untuk proses pembuktian di pengadilan.

Di akhir pernyataannya, Edi berpesan agar publik senantiasa memberikan ruang kerja yang independen bagi para penyidik.

“Biarkan penyidik bekerja secara profesional. Semua barang bukti yang ditemukan tentu harus diuji dan dikembangkan berdasarkan fakta hukum. Harapannya, penanganan perkara ini benar-benar memberikan kepastian hukum, rasa keadilan, sekaligus efek jera yang maksimal bagi para pelaku korupsi,” tutupnya.[]

author avatar
Saumi R News Tv

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts