BREAKING

WISATA

Desa Sejahtera Astra Kemiren: Sukses Rawat Budaya Osing

Melalui program Desa Sejahtera Astra, Desa Adat Kemiren di Banyuwangi sukses menyelaraskan pelestarian budaya Osing dengan peningkatan ekonomi warga.

SEANTERONEWS.com – Desa Adat Kemiren di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membuktikan bahwa komitmen menjaga eksistensi nilai budaya leluhur dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga. Melalui inisiasi program kemitraan berkelanjutan, potensi lokal desa berbasis kebudayaan Osing ini terus dioptimalkan secara komprehensif.

Program pendampingan wilayah ini difasilitasi oleh PT Astra International Tbk lewat payung program Desa Sejahtera Astra (DSA). Intervensi pembangunan yang dilakukan mencakup empat pilar mendasar, yakni sektor kesehatan masyarakat, penguatan mutu pendidikan, pemeliharaan lingkungan hidup, serta peningkatan kapasitas kewirausahaan lokal.

Di desa yang menjadi pusat kebudayaan suku Osing ini, tradisi warisan leluhur tidak sekadar dipajang sebagai tontonan musiman, melainkan telah menyatu dalam denyut harian masyarakat. Atraksi seni tradisional seperti alunan musik lesung, keunikan arsitektur rumah adat Osing, hingga berbagai ritual tahunan seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, dan Tari Gandrung menjadi daya tarik pariwisata budaya yang berhasil mendatangkan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengutarakan bahwa pelestarian adat istiadat setempat merupakan jangkar identitas yang bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola melalui skema pembangunan wilayah yang tepat guna.

“Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pemeliharaan tradisi dan pemberdayaan masyarakat sipil dapat berjalan seimbang. Dengan memperkokoh pilar-pilar dasar kehidupan warga, kami meyakini warisan budaya Osing tidak hanya bertahan dari gerusan zaman, namun juga memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat secara mandiri,” jelas Boy Kelana.

Dampak Ekonomi Berbasis Komunitas

Sejak program pembinaan ini digulirkan oleh Astra pada tahun 2024, sedikitnya 300 warga desa telah merasakan manfaat langsung. Sektor pariwisata yang dikelola berbasis komunitas (community-based tourism) menempatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama sekaligus pengambil keputusan dalam pengembangan destinasi.

Hingga saat ini, infrastruktur pendukung pariwisata di Kemiren tercatat memiliki 50 unit penginapan rakyat (homestay) dengan ketersediaan 92 kamar siap huni. Selain itu, terdapat sekitar 40 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner khas, kerajinan tangan tradisional, serta pengolahan kopi lokal. Pengelolaan alur pariwisata ini dikawal oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang beranggotakan 40 orang aktif.

Dampak penguatan ekonomi ini mulai tercermin pada pendapatan para anggota Pokdarwis yang dilaporkan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 33 persen, yakni dari semula berkisar Rp1,5 juta kini bertumbuh menjadi sekitar Rp2 juta per bulan.

Integrasi Program Empat Pilar

Astra menjalankan pembinaan di Desa Adat Kemiren secara menyeluruh lewat empat sektor utama:

Kesehatan: Astra mendukung peningkatan layanan Posyandu, program pemenuhan gizi ibu dan anak, pengadaan fasilitas pelayanan kesehatan dasar, hingga sosialisasi edukasi kesehatan masyarakat.

Pendidikan: Memperkuat infrastruktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) lewat pembagian sarana belajar, alat permainan edukatif (APE), serta penyusunan materi pengenalan seni budaya Osing sejak dini sebagai upaya transfer pengetahuan antargenerasi.

Lingkungan: Pendampingan dalam tata kelola pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan limbah kotoran ternak menjadi pupuk kompos, pembangunan instalasi reaktor biogas rumah tangga, serta pembentukan kelompok kader peduli lingkungan guna menunjang konsep pariwisata ramah lingkungan (eco-tourism).

Kewirausahaan: Fokus pada pelatihan manajemen homestay, peningkatan kompetensi pelaku UMKM kuliner dan kerajinan, serta memperluas jangkauan promosi Desa Wisata Adat Osing Kemiren sebagai destinasi pariwisata budaya unggulan di Indonesia.

Keberhasilan tata kelola pariwisata berbasis budaya di Kemiren ini membuahkan berbagai apresiasi bergengsi di tingkat regional maupun internasional. Di antaranya penghargaan Wonderful Indonesia Impact, apresiasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), ASEAN Tourism Award 2025, hingga terpilih masuk dalam jajaran program pembinaan elite dunia, The Best Tourism Village Upgrade Program 2025.

Kesuksesan Sektor Pertanian di Desa Sumbermulyo

Di luar sektor pariwisata budaya Kemiren, Astra melalui Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) juga sukses membina para petani hortikultura buah naga di Desa Sumbermulyo, Banyuwangi.

Berkat pendampingan teknik budidaya organik, peningkatan kualitas pascapanen, serta pembukaan jalur distribusi baru, kapasitas produksi kelompok tani binaan meningkat drastis dari 316 ton pada tahun 2021 menjadi 595 ton pada tahun 2025. Perkembangan ini melesatkan omzet kolektif para petani dari semula Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar pada periode yang sama.

Komoditas buah naga segar dari wilayah ini tidak hanya dipasarkan untuk memenuhi pasar domestik, melainkan telah berhasil menembus pasar ekspor reguler ke negara tetangga seperti Singapura dan Hong Kong.

Keberhasilan Desa Wisata Kemiren dan Desa Sumbermulyo merupakan representasi konkret dari kontribusi dunia usaha dalam mendorong kemandirian wilayah perdesaan. Kolaborasi produktif ini terbukti tidak hanya mampu menjaga identitas warisan leluhur bangsa, melainkan juga melahirkan peluang ekonomi baru yang selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts