BANDA ACEH – Kabar duka menyelimuti masyarakat Aceh. Mantan Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah yang akrab disapa Abu Doto tutup usia pada Sabtu (13/6/2026) siang. Tokoh penting dalam sejarah perdamaian Serambi Mekkah tersebut mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Informasi mengenai berpulangnya Abu Doto dikonfirmasi langsung oleh asisten pribadi mendiang, Muzakir Abdul Hamid.
“Innalillahi wa innailaihi raji’un, dokter Zaini Abdullah telah meninggal dunia di ruang ICU 2 sekitar pukul 12.24 WIB,” tutur Muzakir pada Sabtu siang.
Muzakir menjelaskan bahwa sebelum mengembuskan napas terakhirnya, almarhum Abu Doto telah menjalani perawatan intensif di RSUDZA sejak 4 Juni 2026 lalu. Meskipun kondisinya sempat stabil dan diperbolehkan menjalani rawat jalan, kondisi kesehatannya kembali menurun.
Mantan Gubernur Aceh tersebut dilarikan kembali ke rumah sakit pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB akibat kondisi fisik yang melemah.
“Faktor usia yang sudah sepuh dan adanya beberapa penyakit komplikasi medis menjadi penyebab menurunnya kondisi kesehatan beliau,” tambah Muzakir.
Berdasarkan keputusan pihak keluarga, jenazah almarhum dr. Zaini Abdullah direncanakan akan dipulangkan ke kampung halamannya untuk prosesi pemakaman. Jasad mendiang Abu Doto akan dikebumikan di kawasan Beureunuen, Kabupaten Pidie.
Kepergian dr. Zaini Abdullah menyisakan kesedihan mendalam bagi masyarakat Aceh. Selama masa hidupnya, tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2012–2017 ini dikenal luas sebagai salah satu figur kunci dalam proses rekonsiliasi politik, perdamaian, serta peletak dasar pembangunan pasca-konflik di Aceh.[]










