BREAKING

NASIONAL

Menlu Sugiono Sambut Kepulangan WNI Aktivis Flotilla Sore Ini

Menlu Sugiono dijadwalkan menyambut kepulangan WNI aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Soekarno-Hatta sore ini setelah sempat ditahan otoritas Israel.

SEANTERONEWS.com – Rombongan Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan sukarelawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Minggu (24/5/2026) sore. Kepulangan para aktivis ini menjadi momen yang dinantikan setelah sebelumnya mereka sempat ditahan oleh pasukan keamanan Israel.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para WNI tersebut diperkirakan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka diterbangkan dari Turki setelah menjalani proses deportasi pasca-pembebasan dari wilayah konflik.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa Menteri Luar Negeri Sugiono akan turun langsung memberikan penyambutan resmi di bandara. Kehadiran Menlu menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap keselamatan warga negaranya yang berjuang dalam misi kemanusiaan.

“Benar, Bapak Menlu Sugiono dijadwalkan akan langsung menyambut ketibaan para WNI di Bandara Soekarno-Hatta sore ini,” ujar perwakilan Kemlu saat dikonfirmasi pada Minggu (24/5/2026).

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia, Maimon Herawati, memvalidasi jadwal kepulangan para pejuang kemanusiaan tersebut. “Estimasi pukul 15.30 WIB sudah mendarat,” singkatnya.

Sebelumnya, para aktivis yang tergabung dalam koalisi Global Sumud Flotilla dan Freedom Flotilla ditahan oleh otoritas Israel di Penjara Ktziot. Mereka baru dibebaskan pada Kamis, 21 Mei 2026, untuk kemudian menjalani proses deportasi melalui jalur udara.

Namun, kepulangan mereka membawa cerita pilu mengenai tindakan represif selama masa penahanan. Muncul berbagai laporan dan kesaksian yang menyebutkan bahwa para aktivis mengalami tekanan psikologis yang hebat hingga dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pasukan keamanan Israel.

Adalah, sebuah organisasi hak asasi manusia terkemuka yang berbasis di Israel, menyatakan bahwa pembebasan ini dilakukan setelah adanya konfirmasi resmi dari otoritas penjara dan pejabat terkait. Sebagian besar aktivis dipindahkan ke Bandara Ramon sebelum akhirnya diterbangkan ke luar negeri menuju titik transit di Turki.

Misi Global Sumud Flotilla 2.0 merupakan gerakan internasional yang bertujuan untuk menembus blokade dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Gaza. Keterlibatan aktivis asal Indonesia dalam misi ini menegaskan posisi konsisten Indonesia dalam mendukung isu kemanusiaan dan perdamaian di Palestina.

Kepulangan mereka sore ini diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan fisik dan mental para WNI, serta langkah diplomasi apa yang akan diambil pemerintah Indonesia menyikapi laporan kekerasan selama masa penahanan di Israel.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts