BREAKING

BISNIS

Biaya Sekolah Naik, Ini Cara Amankan Pendidikan Anak Sejak Dini

Biaya sekolah SD melonjak hingga 90%! Pelajari strategi mengamankan dana pendidikan anak sejak dini melalui perencanaan keuangan syariah yang adaptif.

SEANTERONEWS.com – Pendidikan kerap dipandang sebagai warisan paling berharga yang diberikan orang tua kepada anak. Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi global, mewujudkan impian pendidikan yang berkualitas kini memerlukan lebih dari sekadar dukungan moral. Ketahanan finansial jangka panjang kini menjadi fondasi utama dalam ekosistem pendidikan keluarga di Indonesia.

Fenomena kenaikan biaya pendidikan yang melampaui angka inflasi umum menjadi tantangan nyata bagi para orang tua. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan fakta yang cukup mencengangkan: rata-rata biaya pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) mengalami lonjakan drastis hingga 90 persen dalam kurun waktu 2018 hingga 2024. Jika sebelumnya biaya berada di angka Rp2,4 juta, kini jemaah harus merogoh kocek rata-rata hingga Rp4,56 juta.

Kondisi serupa juga terlihat pada jenjang perguruan tinggi. Biaya kuliah tercatat naik sebesar 31,38 persen, dengan rata-rata kebutuhan mencapai Rp19,01 juta untuk satu tahun ajaran di tahun 2024. Angka-angka ini menjadi sinyal kuat bahwa menunda perencanaan keuangan dapat memperlebar jurang antara dana yang tersedia dengan kebutuhan riil di masa depan.

Proteksi Finansial di Tengah Risiko Hidup

Selain inflasi, risiko kehidupan yang menimpa pencari nafkah utama merupakan variabel yang sering terlupakan. Tanpa proteksi yang memadai, cita-cita anak untuk meraih gelar sarjana bisa terhenti seketika jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada orang tua.

Iskandar Ezzahuddin, Presiden Direktur Prudential Syariah, menegaskan bahwa esensi dari perlindungan finansial keluarga adalah menjaga keberlangsungan masa depan anak tanpa terpengaruh oleh kondisi buruk apa pun.

“Ambisi setiap orang tua adalah memberikan sekolah terbaik bagi buah hatinya. Namun, kita harus realistis bahwa biaya terus merangkak naik. Sangat penting bagi kita untuk memastikan bahwa rencana pendidikan tersebut tetap berjalan meskipun pencari nafkah mengalami risiko di tengah jalan,” jelas Iskandar dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).

Solusi Dwiguna Syariah yang Adaptif

Sebagai langkah antisipasi, instrumen keuangan yang fleksibel dan berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak. Salah satu solusi inovatif yang kini tersedia adalah asuransi dwiguna syariah, seperti produk PRUTahapan Cemerlang yang baru saja diperkenalkan oleh Prudential Syariah.

Produk ini dirancang secara khusus untuk mendampingi setiap fase pendidikan anak secara bertahap. Melalui kontribusi yang terjadwal dan terjangkau, orang tua dapat memastikan dana cair pada momen-momen krusial, mulai dari masuk sekolah dasar hingga persiapan bangku kuliah.

Keunggulan lain dari perencanaan sejak dini adalah terjaganya kesejahteraan masa tua. Orang tua tidak perlu menguras dana pensiun atau menjual aset berharga demi melunasi biaya pendidikan tinggi anak kelak.

Nilai Gotong Royong dalam Perencanaan Pendidikan

Menariknya, perencanaan dana pendidikan berbasis syariah menawarkan nilai lebih dari sekadar akumulasi dana. Di dalamnya tertanam prinsip ta’awun atau gotong-royong antarpeserta.

“Dalam ekosistem syariah, setiap orang tua tidak hanya memproteksi mimpi anaknya sendiri, tetapi juga turut serta dalam mekanisme saling melindungi sesama peserta. Pendidikan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan dana di setiap tahapannya,” tambah Iskandar.

Dengan matangnya persiapan finansial, keluarga Indonesia diharapkan mampu menghadapi dinamika ekonomi tanpa harus mengorbankan kualitas pendidikan anak. Kesadaran untuk merencanakan lebih awal menjadi kunci utama agar generasi mendatang tetap memiliki akses terhadap pendidikan terbaik di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts