BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) mengambil langkah cepat untuk meredam tensi pasca insiden kerusuhan antarkelompok mahasiswa yang terjadi di lingkungan kampus. Rektor USK, Profesor Mirza Tabrani, menegaskan bahwa pihaknya kini menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwajib.
Pimpinan universitas menyatakan bahwa USK saat ini sedang menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian untuk menentukan langkah hukum dan administratif selanjutnya. Sementara itu, fokus utama universitas adalah mengembalikan stabilitas demi kelancaran aktivitas akademik.
Dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (21/5/2026), Profesor Mirza Tabrani memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu menjaga keamanan di lingkungan Jantung Hati Rakyat Aceh tersebut. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Kami mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama merawat suasana yang aman, kondusif, dan terkendali. Hal ini sangat penting agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala,” ujar Mirza.
Rektor juga secara khusus meminta para dosen untuk berperan aktif dalam membimbing mahasiswa. Para tenaga pendidik diharapkan dapat memberikan pemahaman agar mahasiswa selalu mengedepankan sikap bijak, menjaga etika, serta memfilter informasi yang beredar agar tidak memicu keresahan lebih lanjut.
Penguatan Pengamanan Terpadu
Guna mencegah terjadinya eskalasi konflik di masa depan, pihak USK telah berkoordinasi secara intensif dengan pimpinan fakultas, satuan pengamanan kampus, dan aparat kepolisian. Langkah mitigasi ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di area universitas.
Pihak universitas menekankan bahwa segala bentuk ancaman stabilitas harus dikoordinasikan segera dengan pihak dekanat maupun rektorat agar dapat ditangani dengan pendekatan yang tepat.
Sebagai instrumen hukum di internal kampus, Profesor Mirza mengingatkan kembali adanya Peraturan Rektor Nomor 15 Tahun 2025 tentang Kode Etik Mahasiswa USK. Regulasi ini dirancang untuk memastikan setiap mahasiswa menjunjung tinggi disiplin, tanggung jawab, dan moralitas dalam berinteraksi.
“Segala bentuk pelanggaran terhadap ketentuan universitas akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami tidak akan ragu melakukan pembinaan dan penanganan tegas jika ditemukan pelanggaran kode etik,” tambahnya.
Rektor berharap komunikasi yang persuasif dan santun tetap menjadi prioritas dalam menyelesaikan setiap perbedaan pendapat di lingkungan kampus. Dengan semangat ukhuwah, sivitas akademika diharapkan dapat menahan diri dari tindakan yang berpotensi memperkeruh suasana.
Hingga saat ini, pengamanan di sejumlah titik strategis kampus USK terus diperketat guna menjamin kenyamanan seluruh mahasiswa dan staf dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.[]









