BREAKING

ACEH

Kajati Aceh Gelar Dialog Humanis dengan Warga Simeulue

Kajati Aceh Yudi Triadi perkuat silaturahmi dengan warga Simeulue melalui Sholat Subuh berjamaah dan dialog humanis di Masjid Al Ma’ruf. Simak selengkapnya.

SIMEULUE – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Yudi Triadi, S.H., M.H., melakukan pendekatan personal dan religius dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Simeulue. Momentum ini diwujudkan melalui pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan penyampaian ceramah agama di Masjid Al Ma’ruf, Desa Air Dingin.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut menjadi sarana bagi pimpinan tertinggi Kejaksaan di Aceh ini untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat kepulauan tersebut.

Menekankan Persaudaraan dan Kepedulian Sosial

Dalam tausiyahnya, Yudi Triadi menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan dan memperkuat tali persaudaraan antarwarga. Ia mengajak jamaah untuk terus meningkatkan kepedulian sosial, terutama dalam menghadapi dinamika kehidupan bermasyarakat saat ini.

Pesan tersebut selaras dengan upaya Kejaksaan dalam membangun fondasi kemasyarakatan yang kuat melalui penanaman nilai-nilai moral yang luhur.

Dialog Hangat: Mendengar Aspirasi Rakyat

Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah sesi dialog langsung antara Kajati Aceh dengan para jamaah. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, masyarakat Simeulue memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari keluh kesah mengenai kondisi sosial hingga harapan terhadap peningkatan pelayanan publik di wilayah mereka.

Yudi Triadi menegaskan bahwa institusi Kejaksaan kini hadir dengan wajah yang lebih humanis. Menurutnya, tugas aparat penegak hukum tidak lagi hanya sebatas menjalankan fungsi pro-justitia, tetapi juga harus mampu mendengar dan memahami persoalan nyata yang dihadapi masyarakat secara langsung.

“Melalui silaturahmi dan dialog seperti ini, kita dapat membangun kedekatan emosional serta memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dengan masyarakat,” tutur Kajati Aceh.

Membangun Kepercayaan Publik

Kegiatan di Masjid Al Ma’ruf ini menjadi manifestasi dari komitmen Kejaksaan Tinggi Aceh dalam membangun kepercayaan publik (public trust). Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, Kejaksaan berupaya menciptakan hubungan yang lebih harmonis dan inklusif.

Melalui pendekatan yang menyentuh sisi spiritual dan sosial ini, diharapkan sinergi antara penegak hukum dan warga Simeulue semakin kokoh, sehingga tercipta stabilitas sosial dan kepastian hukum yang lebih baik di masa depan.[]

author avatar
Saumi R News Tv

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts