EKONOMI

Penumpang Melonjak, KAI Perkuat Sektor UMKM Lokal

KAI mencatat kenaikan pelanggan 9,97% di awal 2026. Manfaatkan peluang ini, KAI dorong UMKM melalui ruang usaha stasiun dan program pembinaan.

SEANTERONEWS.com – Peningkatan mobilitas masyarakat menggunakan kereta api di awal tahun 2026 membawa dampak positif bagi roda ekonomi daerah.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan jumlah pelanggan yang signifikan sepanjang Januari hingga Maret 2026, yakni mencapai 128.055.072 orang, naik 9,97% dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Melihat tren tersebut, KAI tidak hanya fokus pada peningkatan layanan transportasi, tetapi juga memanfaatkan momen ini sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

KAI membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berjualan dan berkembang di area stasiun yang memiliki lalu lintas penumpang tinggi.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa arus pelanggan yang terus meningkat adalah pasar potensial bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau jangkauan yang lebih luas.

“Arus pelanggan yang terus meningkat menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. KAI menghadirkan ruang usaha di stasiun agar pelaku UMK dapat tumbuh bersama aktivitas perjalanan yang terus bergerak,” ujar Anne.

KAI telah menerapkan kebijakan ini di berbagai wilayah operasional, salah satunya di Stasiun Cipeundeuy. Dengan menyediakan ruang usaha, pelaku UMK kini mendapatkan akses konsisten terhadap calon konsumen setiap hari.

Interaksi langsung di stasiun juga dinilai efektif untuk membangun kepercayaan konsumen, memperkuat identitas produk lokal, serta mendorong inovasi kualitas produk.

Selain memberikan akses pasar melalui ruang usaha, KAI berkomitmen mendukung keberlanjutan bisnis melalui berbagai program strategis, di antaranya:

Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK): Memberikan akses pembiayaan bagi mitra binaan agar usaha tetap berkelanjutan.

KAI Creative Space (Teras UMK): Menjadi wadah promosi strategis di area stasiun. Program ini meningkatkan visibilitas produk sekaligus memungkinkan pelaku usaha berinteraksi langsung dengan pelanggan.

KAI Exhibition: Memfasilitasi mitra binaan untuk berpartisipasi dalam pameran di tingkat regional, nasional, hingga internasional guna memperluas jejaring pasar.

Hingga saat ini, KAI telah mengelola sebanyak 490 mitra binaan yang tersebar di berbagai wilayah. Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata bagaimana ekosistem transportasi kereta api dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah.

“Melalui ruang usaha di stasiun, akses pembiayaan, hingga fasilitas promosi, KAI terus membuka peluang bagi pelaku UMK untuk berkembang dan memperkuat usahanya.

Kami ingin pertumbuhan mobilitas yang terjadi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi,” tutup Anne.

Langkah KAI ini diharapkan dapat terus berlanjut, sehingga stasiun kereta api tidak sekadar menjadi titik transit, tetapi bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar.[]

image_print
author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts