SEANTERONEWS.com – Indonesia dan Prancis resmi memperkuat kemitraan strategis di bidang olahraga melalui peluncuran program revolusioner bertajuk “Next Goal“. Inisiatif bersejarah ini didedikasikan khusus untuk mengakselerasi pengembangan sepak bola perempuan di tanah air, mulai dari level akar rumput hingga manajemen profesional.
Program yang didanai bersama oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Fédération Française de Football (FFF), dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini merupakan kelanjutan dari spirit Olimpiade Paris 2024 dan persiapan menuju Piala Dunia FIFA 2026. Fokus utamanya adalah meruntuhkan hambatan struktural yang selama ini membatasi ruang gerak atlet perempuan di dunia sepak bola.
Misi Kesetaraan dan Transformasi Sistemik
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut antusias kolaborasi ini sebagai momentum emas untuk belajar dari Prancis yang memiliki tradisi sepak bola putri sangat kuat.
“PSSI percaya kemajuan tidak hanya diukur dari prestasi timnas, tetapi juga seberapa besar kita memberi kesempatan setara bagi perempuan untuk berkembang. Melalui ‘Next Goal‘, kita memperkuat fondasi pembinaan pemain, pelatih, hingga tata kelola agar lahir talenta baru yang berkelanjutan,” ujar Erick Thohir.
Program ini melampaui sekadar deteksi bakat. Ini adalah upaya pembangunan kapasitas sistemik yang mencakup tiga pilar utama:
Pengembangan Pemain: Melibatkan 400 pemain putri usia 7–12 tahun dalam Grassroots Festival serta training camp eksklusif di Prancis bagi 19 pemain Timnas U-17 Putri.
Pelatihan Pelatih: Sebanyak 60 pelatih akan dididik di Indonesia, dengan 5 pelatih terpilih mengikuti sesi imersif langsung di Prancis untuk mempelajari metodologi modern.
Manajemen & Hukum Olahraga: Pelatihan kepemimpinan dan tata kelola bagi 25 administrator perempuan untuk memperkuat struktur kompetisi liga putri.
Agenda Besar di Bandung dan Clairefontaine
Sebagai bagian dari implementasi nyata, Pemberdayaan Wanita dalam Sepak Bola Klinik Pelatihan akan digelar pada 11–12 April 2026 di Lapangan Sidolig, Bandung. Sesi ini akan dipimpin oleh instruktur ternama dari Akademi Sepak Bola Prancis, Jean-Claude Lafargue dan Ludovic Debru, serta dihadiri bintang timnas Zahra Muzdalifah hingga pemain Persib Bandung, Layvin Kurzawa.
Tak berhenti di situ, perjalanan akan berlanjut ke pusat pelatihan legendaris FFF di Clairefontaine, Prancis, pada 3–9 Mei 2026. Para delegasi Indonesia akan melakukan kunjungan institusional ke kantor FFF dan FIFA di Paris guna memperkuat diplomasi olahraga di tingkat strategis.
Target Capaian Program Next Goal 2026:
Pemain Junior (Grassroots): 400 Anak, Teknik Dasar & Psikologi.
Timnas U-17 Putri: 19 Pemain, Elite Training di Prancis.
Pelatih Lokal: 60 Orang, Pedagogi Inklusif.
Administrator: 25 Perempuan, Tata Kelola & Hukum Olahraga.
Menuju MoU dan Peta Jalan Jangka Panjang
Program “Next Goal” juga diproyeksikan sebagai jembatan menuju penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FFF dan Garuda Academy. Dengan visi yang jelas, tahun 2026 diharapkan menjadi tahun transformasi di mana sepak bola wanita Indonesia mulai menempati posisi menonjol di kancah regional maupun internasional.
Kemitraan ini membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar permainan di lapangan, melainkan instrumen diplomasi yang kuat untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan pemuda di kedua negara.[]










