BREAKING

BISNISEKONOMI

17 Perusahaan RI Unjuk Gigi di China Food Trade Fair 2026

17 perusahaan Indonesia pamerkan produk unggulan seperti sarang burung walet dan herbal di Wuhan, Tiongkok, guna perkuat ekspor pangan olahan.

Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan kembali memperkuat penetrasi produk pangan ke pasar Tiongkok. Sebanyak 17 perusahaan nasional terpilih kini tengah berpartisipasi dalam ajang bergengsi The 14th China Food Trade Fair 2026 yang dihelat di Wuhan International Expo Center.

Pemilihan Wuhan sebagai lokasi pameran merupakan langkah taktis pemerintah. Sebagai pusat logistik utama di wilayah Tiongkok Tengah, kota ini menjadi gerbang strategis bagi produk Nusantara untuk menjangkau konsumen di luar wilayah pesisir timur yang selama ini sudah jenuh.

Paviliun Indonesia: Dari Sarang Burung Walet hingga Kratom

Menempati area seluas 90 m², Paviliun Indonesia menjadi etalase bagi keberagaman komoditas unggulan. Jika selama ini ekspor ke Tiongkok identik dengan nikel dan besi baja, kini Indonesia mulai mendorong produk pangan olahan dan bahan baku industri yang bernilai tambah tinggi.

Beberapa produk yang menjadi pusat perhatian pengunjung meliputi:

Boga Bahari & Rempah: Produk perikanan (seafood) dan rempah khas tropis.

Produk Primadona: Sarang burung walet yang tetap menjadi komoditas paling dicari di pasar Tiongkok.

Komoditas Herbal: Penampilan produk herbal seperti spirulina dan kratom yang menunjukkan profil ekspor Indonesia yang semakin terdiversifikasi.

Pangan Olahan: Biskuit manis, wafel, dan agar-agar buah yang tren permintaannya terus melonjak.

“Pameran ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa sektor perikanan dan buah tropis kita memiliki standar kualitas global. Kami optimis produk Indonesia mampu bersaing ketat di pasar Tiongkok yang sangat masif,” ujar Fajarini Puntodewi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag.

Memperkuat Rantai Pasok via Forum Bisnis

Tak sekadar memajang produk, delegasi Indonesia juga bergerak aktif melalui jalur diplomasi ekonomi. Digelar dua forum bisnis dan investasi di dua kota besar, yakni Wuhan dan Beijing.

Forum ini dirancang khusus untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia, terutama skala UKM, dengan mitra dagang potensial dari Tiongkok. Fokus utamanya adalah membangun kemitraan jangka panjang dalam rantai pasok global, bukan sekadar transaksi jual-beli sesaat.

Optimisme Nilai Ekspor 2026

Tren positif sektor pangan olahan memberikan angin segar bagi neraca perdagangan nonmigas Indonesia. Pada tahun 2025, nilai ekspor pangan olahan Indonesia ke Tiongkok telah menembus angka USD 386,48 juta.

Dengan catatan pengunjung pameran tahun lalu yang mencapai 400.000 orang, keterlibatan tahun ini diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan dagang (trade deals) yang jauh lebih signifikan. Langkah diversifikasi pasar ke wilayah Tiongkok Tengah ini diharapkan menjadikan sektor pangan sebagai penopang baru pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts