BREAKING

ENTERTAINMENT

Vionita Sihombing: Menemukan Jati Diri Pasca The Voice

Pasca juara The Voice Indonesia, Vionita Sihombing fokus membangun identitas lewat interpretasi lagu mendalam dan disiplin vokal yang ketat.

Menjadi juara ajang pencarian bakat bergengsi sekelas The Voice Indonesia musim keempat tidak lantas membuat Vionita Sihombing berpuas diri. Bagi penyanyi kelahiran Medan, 17 Mei 1999 ini, gelar juara hanyalah gerbang pembuka. Kini, Vionita tengah menjalani fase krusial dalam kariernya: perburuan identitas musikal yang autentik.

Lulusan Universitas Negeri Medan ini sadar betul bahwa industri musik menuntut lebih dari sekadar teknik vokal yang mumpuni. Menurutnya, seorang penyanyi harus mampu menjadi pencerita yang ulung melalui karya-karyanya.

Musik Sebagai Medium Cerita

Vionita mulai menggeser fokusnya dari sekadar memamerkan rentang vokal (vocal range) menjadi pendalaman interpretasi. Ia ingin setiap bait lirik yang ia nyanyikan memiliki resonansi emosional dengan pendengarnya.

“Sekarang, aku lebih memperhatikan interpretasi lagu agar tidak hanya terdengar indah, tapi juga relevan dengan apa yang aku rasakan dan ceritakan,” ungkap Vionita. Baginya, sebuah lagu harus mampu menyampaikan pesan mendalam agar identitasnya sebagai musisi semakin mengakar.

Kedisiplinan “Otot” Vokal dan Eksplorasi Genre

Dibalik kesuksesannya, Vionita adalah sosok yang sangat disiplin. Ia mengibaratkan pita suara seperti otot yang harus terus dilatih agar tidak kaku. Pengalamannya sebagai guru privat vokal membantunya tetap tajam dalam memahami teknik-teknik fundamental sekaligus mengevaluasi kemampuan dirinya sendiri secara objektif.

Selain disiplin, keterbukaan menjadi kunci kreativitasnya. Vionita enggan terjebak dalam satu kotak genre saja. Ia aktif mendengarkan berbagai warna musik untuk memperkaya referensinya.

Inspirasi dari Obrolan: Ide lagu sering muncul dari cerita orang lain atau obrolan santai.

Kolaborasi Tim: Ia rutin berdiskusi dengan tim produksi untuk mematangkan arah musikal dan lirik.

Eksperimen Baru: “Aku berusaha tetap terbuka dan mencoba hal baru supaya tetap berkembang,” tambahnya.

Keseimbangan Antara Produktivitas dan Alam

Menjalani proses kreatif yang intens tentu menguras energi. Untuk mengisi kembali daya baterai mentalnya, Vionita kerap melarikan diri sejenak ke alam terbuka. Pantai dan pegunungan menjadi destinasi favoritnya untuk mencari ketenangan.

Uniknya, momen rehat ini tetap ia manfaatkan untuk memproduksi konten kreatif. Dengan begitu, ia bisa beristirahat tanpa kehilangan momentum produktivitasnya. Perjalanan Vionita dari seorang kontestan yang ikut audisi tanpa sepengetahuan orang tua hingga menjadi musisi yang visioner menunjukkan bahwa identitas bukanlah sesuatu yang ditemukan secara instan, melainkan dibentuk melalui proses panjang yang konsisten.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts