Otoritas keamanan Eropa bersama Kepolisian Bavaria, Jerman, berhasil membongkar salah satu jaringan kriminal terbesar di jagat Dark Web. Seorang pria berusia 35 tahun asal Tiongkok diduga kuat berada di balik pengoperasian fantastis 373.000 situs web yang menawarkan konten ilegal dan jasa peretasan, yang ternyata merupakan skema penipuan masif.
Dalam pengumuman resmi pada Jumat (20/3/2026), Europol mendeskripsikan jaringan ini sebagai salah satu infrastruktur platform penipuan paling luas yang pernah terdeteksi. Meskipun mengiklankan konten pelecehan anak (CSAM) dan data kartu kredit curian, penyelidikan mengungkap bahwa situs-situs tersebut hanyalah umpan untuk menguras uang para pelanggannya.
Modus Operandi: Ribuan Domain, Satu Tujuan
Hasil investigasi Kepolisian Bavaria menunjukkan kerumitan luar biasa dari jaringan ini. Tersangka menggunakan teknik kloning untuk menciptakan 122 varian platform yang disebar ke lebih dari 373.000 alamat domain .onion.
Rincian jaringan tersebut meliputi:
32 Platform Khusus CSAM: Tersebar di 90.000 domain, menawarkan konten ilegal dengan imbalan mata uang kripto.
90 Platform Jasa Ilegal: Mencakup 283.000 domain yang menawarkan akses sistem yang diretas hingga data kartu kredit curian.
“Tujuannya selalu sama: meyakinkan pelanggan untuk melakukan pembayaran tanpa pernah memberikan layanan yang dijanjikan. Ini adalah situs penipuan murni,” tegas pernyataan resmi Europol.
Keuntungan Ratusan Ribu Dolar dan Jejak Kripto
Selama beroperasi sejak tahun 2019, tersangka diperkirakan telah meraup keuntungan sekitar $400.000 (sekitar Rp6,3 miliar) dari sekitar 10.000 pelanggan. Para korban sering kali terpancing untuk membeli paket konten ilegal dalam ukuran gigita hingga terabita yang dibayar menggunakan aset kripto.
Namun, skema “anonim” ini justru menjadi bumerang. Melalui pelacakan transaksi mata uang kripto, penyidik berhasil mengidentifikasi 440 pelanggan yang menggunakan jasa ilegal tersebut. Hingga saat ini, polisi telah menyita 105 server yang sebagian besar disewa tersangka di wilayah Jerman.
Infrastruktur yang “Hampir Tak Terlihat”
Pihak kepolisian mengakui bahwa skala jaringan ini sangat menyulitkan metode deteksi tradisional. “Dengan mengkloning ratusan ribu alamat, ia menciptakan infrastruktur yang hampir tak terlihat karena terlalu besar, terlalu tersebar, dan terlalu kompleks,” ungkap perwakilan Kepolisian Bavaria.
Meski identitas tersangka belum dirilis secara publik, otoritas Eropa telah menerbitkan surat perintah penangkapan internasional dan menyebarkan foto tersangka untuk mempersempit ruang geraknya. Saat ini, ratusan ribu situs tersebut telah dinonaktifkan dan menampilkan spanduk penyitaan oleh kepolisian.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku kriminal di Dark Web bahwa teknologi pelacakan kepolisian modern kini mampu menembus lapisan enkripsi dan anonimitas yang paling kompleks sekalipun.[]










