BREAKING

ACEH

Sinkhole 50 Meter Telan 3 Ha Lahan di Aceh Tengah

Fenomena sinkhole raksasa sedalam 50 meter guncang Ketol, Aceh Tengah. 3 hektare lahan produktif amblas, puluhan petani terancam kehilangan mata pencaharian.

TAKENGON – Fenomena alam yang mengejutkan dan mengerikan melanda kawasan perkebunan warga di Gampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Sebuah lubang raksasa atau sinkhole dengan kedalaman mencapai 50 meter tiba-tiba terbentuk dan terus meluas, menelan lahan pertanian produktif milik masyarakat setempat pada Kamis (12/2/2026).

Fenomena tanah amblas ini telah memicu kekhawatiran besar di kalangan petani, mengingat lubang tersebut tidak hanya diam, melainkan terus bergerak menggerus area sekitarnya. Garis polisi (police line) kini telah dipasang di lokasi kejadian untuk mencegah warga mendekat ke zona bahaya.

Kesaksian Petani: Lahan Cabai Siap Panen Lenyap

Edi Sahputra, salah seorang petani cabai yang menjadi korban terdampak paling parah, mengungkapkan kepedihannya melihat lahan seluas kurang lebih 5 rantai (sekitar 3.125 meter persegi) miliknya lenyap seketika ke dasar lubang.

“Lahan kami sudah tergerus fenomena ini. Tanaman cabai, bawang, dan jagung ikut amblas. Harapan kami untuk panen tahun depan otomatis pupus karena tanah ini tidak mungkin lagi diolah,” ujar Edi dengan nada getir saat ditemui di lokasi.

Ia menambahkan bahwa mayoritas warga di kawasan tersebut menggantungkan hidup sebagai petani cabai. Edi sangat berharap pemerintah memberikan perhatian serius, khususnya terkait kompensasi lahan, agar mereka dapat menyambung hidup dan membuka lahan baru di lokasi yang lebih aman.

Kepala Desa: “Longsoran Ini Hidup dan Berjalan”

Kepala Kampung (Reje) Pondok Balik, Aliono, memberikan keterangan yang lebih mengkhawatirkan. Menurut data sementara yang dihimpun aparatur desa, area yang sudah benar-benar amblas mencapai 3 hektare (30.000 meter persegi). Namun, ancaman sebenarnya justru pada potensi perluasan lubang.

“Longsoran ini ‘hidup’, dia berjalan. Kadang bergerak ke arah utara, kadang ke barat. Prediksi kami, area yang terancam terdampak bisa meluas hingga 6 sampai 10 hektare,” jelas Aliono.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 20 warga pemilik lahan yang terdampak langsung maupun yang berada di zona merah (waspada). Terdapat tiga bentang lahan pertanian utama yang mengalami kerusakan parah akibat sinkhole ini.

Langkah Cepat Aparat Desa

Menyikapi bencana ini, Aparat Gampung Pondok Balik bergerak cepat melakukan pendataan rinci terhadap kerugian materiil warga. Aliono menegaskan bahwa data konkret ini akan segera dilaporkan secara berjenjang.

Pendataan Korban: Menginventarisir luas lahan dan jenis tanaman yang rusak (cabai, bawang, jagung).

Pelaporan Berjenjang: Melaporkan situasi terkini ke pihak Kecamatan Ketol dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Tuntutan Kompensasi: Mengajukan permohonan ganti rugi atau relokasi lahan kepada Pemkab, Pemerintah Provinsi Aceh, hingga Pemerintah Pusat.

“Kami menunggu tindak lanjut masalah kompensasi dari kabupaten. Warga sangat membutuhkan bantuan karena mata pencaharian utama mereka telah hilang,” tutup Aliono.

Fenomena sinkhole di dataran tinggi Gayo ini menjadi peringatan keras akan kerentanan struktur tanah di wilayah tersebut, sekaligus panggilan darurat bagi pemerintah untuk segera memitigasi dampak ekonomi bagi para petani.[]

author avatar
Redaksi Editor
Seantero News

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts